Kuala Kencana Kota Modern di Tengah Hutan Tropis, Banyak Ditemukan Fauna Asli Papua yang Hidup Liar
Didirikan pada 5 Desember 1995 di area seluas 17.078 hektar di area Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Kuala Kencana merupakan kota modern
Selain itu, Kuala Kencana juga dijadikan sebagai benchmark pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur serta sempat menjadi lokasi lomba lari maraton dan jalan cepat saat perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua.
“Sampai saat ini, kami terus mengelola Kuala Kencana secara baik sebagai kota tambang modern di Indonesia bagian timur. Kami berharap kehadiran Kuala Kencana dapat selalu berkontribusi secara positif, bahkan bisa memberikan dampak yang lebih besar lagi ke depannya,” kata Samsul.
Untuk diketahui, Kuala Kencana memiliki sistem pengendalian limbah dan pengelolaan sampah yang dimonitor secara berkala.
Sistem ini berhasil meminimalisasi angka kasus malaria di Kota Kuala Kencana.
“Kami bekerja sama dengan Public Health & Malaria Control (PHMC) untuk mencegah perkembangan nyamuk malaria di area kami,” jelas Samsul.
Samsul menjelaskan, konsep hunian yang dibangun di Kota Kuala Kencana memadukan dua unsur, yakni modern dan alam.
"Kota ini dibangun menyatu dengan alam dengan tetap menjaga banyak ruang terbuka hijau," tutur Samsul
Menariknya, lanjut dia, Kota Kuala Kencana masih banyak ditemukan aneka fauna asli Papua yang hidup liar, seperti Burung Cendrawasih, Kakatua Raja, Rangkong, Nuri Kepala Hitam, Kuskus, hingga Kasuari.
PTFI membangun kota modern Kuala Kencana dengan menjaga kelestarian alamnya sebelum nantinya diserahkan kembali kepada pemerintah Indonesia pada masa pascatambang.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kuala Kencana Jadi Kota Modern Pertama di Tengah Hutan Tropis di Papua"
Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News
Baca juga: Cegah Banjir, Dinas Perkim Muaro Jambi Wajibkan Developer Bikin Lubang Biopori
Baca juga: Sinopsis Soundtrack 2, Diperankan Keum Sae Rok dan Noh Sang Hyun
Baca juga: BPTD Jambi Lakukan Rakornis Perhubungan Darat, Ini Hasilnya
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.