Berita Jambi

Orang Tua Santri Korban Perundungan di Pondok Pesantren Jambi Malah Cabut Laporan, Ada Apa?

Kasus perundungan yang terjadi di Pondok Pesantren Tawakal Tri Sukses Kota Jambi yang menyebabkan APD (12) Santri kelas 7 hingga mengalami cedera seri

Penulis: Rifani Halim | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribunjambi.com/Rifani
Rikarno orang tua santri jadi korban bully bersama orang tua para pelaku mencabut laporan ke Mapolda Jambi 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kasus perundungan yang terjadi di Pondok Pesantren Tawakal Tri Sukses Kota Jambi yang menyebabkan APD (12) Santri kelas 7 hingga mengalami cedera serius ulah dua seniornya, berakhir damai.

Orang tua korban Rikarno Widi Setiawan bersama dua orang tua para pelaku datang ke Mapolda Jambi mencabut laporan, Senin (4/11/2023) siang.

Setelah resmi mencabut laporan di Mapolda Jambi, Rikarno orang tua korban mengatakan pihaknya bersama orang tua korban sudah melakukan mediasi secara kekeluargaan.

Dia mengaku, saat membuat laporan perundungan kemarin, lantaran tersulut emosi sebab sang anak menjadi korban.

Namun, orang tua korban enggan menyebut alasannya yang mendetail soal pencabutan laporan hingga damai bersama pelaku perundungan.

"Kita laporan kemarin karena posisi lagi emosi dengan adanya anak terbaring di rumah sakit, manusiawi sekali saya rasa karena emosi lagi memuncak. Adapun setelah kita mediasi, mencapai beberapa kesepakatan itu cukup diketahui interen kami. Akhirnya lebih baik bedamai," kata Rikarno bersama orang tua pelaku.

Diaa menjelaskan, keluarga belum memutuskan apakah korban akan pindah ke sekolah lain atau pondok yang lain. Selain itu juga, Rikarno mengaku anaknya sudah meminta untuk kembali bersekolah atau kembali ke pondok pesantren.

"Kalau untuk pindah belum ada ya ( keputusan) karena sekarang lagi ujian semester, pihak sekolah sudah mengirim soal daring karena untuk langsung ke sekolah belum memungkinkan. Malah anak saya pribadi berbicara mau mondok lagi," jelasnya.

Dia menambahkan, pihak pondok pesantren telah menunjukkan itikad baik dengan mendatangi rumah korban yang berada di Sungai Bahar, kabupaten Muaro Jambi.

"Pihak sekolah kemarin malah datang ke rumah, untuk menjenguk. Intinya itikad dari pondok pesantren atau sekolahnya itu baik," ungkap Rikarno.

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Iif Ranupane Kakek 62 Tahun Asal Jambi Bersepeda ke Tanah Suci Mekkah, Kini Tiba di Kuala Tungkal

Baca juga: Download Lagu DJ Remix Mixtape dan Jungle Dutch Terbaru 2023, Convert di MP3 Juice atau Yt1s.com

Baca juga: Harga Sawit di Jambi Hari Ini Masih Trends Positif, Harga TBS Kelapa Sawit Rp 2.462 per Kg

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved