Berita Tanjab Timur

Buah Sawit ‘Ngetrek’, Kenaikan Harga Sawit di Tanjab Timur Belum Berdampak Bagi Masyarakat

Sejak beberapa hari belakangan ini, harga jual Tandan Buah Segar (TBS) sawit di Kabupaten Tanjab Timur mengalami kenaikan

Penulis: anas al hakim | Editor: Herupitra
anas al hakim/tribunjambi.com
kebun sawit yanga terdapat di Kabupate Tanjab Timur 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Sejak beberapa hari belakangan ini, harga jual Tandan Buah Segar (TBS) sawit di Kabupaten Tanjab Timur mengalami kenaikan.

Yang mana sebelumnya, harga satu kilogram TBS sawit dibandrol Rp 2.075, kali ini naik menjadi Rp 2.125 perkilogramnya.

Tidak seperti kenaikan harga jual hasil perkebunan pada umumnya. Masyarakat malah tidak begitu menyambut baik kenaikan harga TBS sawit tersebut.

Itu dikarenakan, kenakan harga jual TBS sawit ini terjadi ditengah kondisi buah yang berkurang, atau biasanya dikenal dengan istilah Ngetrek.

Disebutkan Dani, satu diantara pemilik kebun sawit di Kecamatan Geragai Kabupaten Tanjab Timur, ia menjelaskan, meski ada kenaikan harga, tapi jumlah buah yang dipanen dari kebun tidak sebanyak biasanya.

Baca juga: Puncak Musim Hujan, BPBD Tanjab Timur Imbau Warga Pesisir Laut Waspada Banjir Rob

Baca juga: Hari Bakti PU ke 78 Tanjab Timur, Ada Cek Kesehatan Gratis Hingga Berbagi Hadiah Umroh

Dari dua hektar kebun sawit yang biasanya mengahasilkan buah sebanyak 5 ton, kini menurun hanya sampai 2 ton saja per satu kali panen.

"Sekarang ini dalam satu janjang dibatang sawit itu cuman ada satu buah, biasanya bisa sampai tiga buah," jelasnya, Senin (4/12/23).

Selain itu, buah yang dihasilkan dalam satu batang ukuranya juga menyusut, tidak besar seperti biasanya.

"Kalau sudah masuk musim Ngetrek seperti ini, ukuran buah juga mengecil. Padahal cara mupuk dan perawatan kebunnya sama saja seperti sebelumnya," ujar Dani.

Para petani atau pemilik kebun merasa, kenaikan harga ini sudah diatur oleh para penampung besar TBS sawit ini.

Sebab, berkaca dari kejadian sebelumnya, kenaikan harga TBS sawit ini mulai terjadi ditengah kondisi buah yang menurun.

"Kami minta, tolong jangan pas buah ngetrek harga jual TBS sawit ini baru naik. Tapi pas buah lagi banyak-banyaknya juga. Jadi kami bisa merasakan betul dampak baik dari kenaika harga TBS sawit ini," pintanya.

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Untuk Mengurangi Kemiskinan, Pemprov Jambi Didorong Lebih Produktif dan Kreatif oleh DPRD Jambi

Baca juga: Bahkan Jika Arsenal dan Newcastle Minat, Ruben Neves Tetap Bertahan di Al-Hilal

Baca juga: KPU Tanjab Barat Tetapkan Zona Larangan Pemasangan APK

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved