Berita Jambi

Warga Kota Jambi Keluhkan Balap Liar, Terganggu Bisingnya Suara Balapan

Balap liar masih sering di jumpai di Kota Jambi, berdasarkan pantauan Tribun Jambi, balap liar acap kali dilakukan remaja setiap malam Minggu di sekit

Tribunjambi/Abdullah Usman
Marak aksi balap liar di beberapa titik di kawasan Kota Jambi terutama saat akhir pekan. 

TRIBUNJAMBI.COM,JAMBI - Balap liar masih sering di jumpai di Kota Jambi, berdasarkan pantauan Tribun Jambi, balap liar acap kali dilakukan remaja setiap malam Minggu di sekitar kawasan Kota Baru.

Kondisi ini di benarkan oleh Dian Warga Handil Jaya yang rumahnya tidak jauh dari simpang Asrama Haji, Kota Jambi.

Ia mengatakan, di akhir pekan sering mendengar suara kendaraan khususnya motor yang sedang balapan di tengah malam.

"Kalau malam Minggu itu, sering mendengar suara motor, sepertinya lagi ada yang balapan," ujarnya Sabtu Sore(25/11/2023).

Lebih lanjut Dian mengakan suara raungan mesin motor acap kali terdengar saat tengah malam.Kondisi ini tentunya sengat menganggu waktu istirahatnya.

"Terkadang saya sampai terbangun, apanlagi jika ada yang memakai kenalpot racing, padahal rumah saya masuk kedalam lorong," katanya.

Dia meminta pihak terkait bisa mengambil sikap untuk permasalahan ini, sehingga tidak ada lagi balap liar.

"Kalau bisa mereka itu di tertibkan karena suara motornya sangat menggangu, apa lagi untuk pengendara yang sedang memakai jalan tersebut pasti lebih terganggu," katanya

Hal yang sama di rasakan Aisyah, perantauan dari Jawa Timur ini pernah merasakan ketidak nyaman dengan aksi balap liar di Kota Jambi ini.

Ia menceritakan, saat awal-awal datang ke Jambi (2023.red) silam, jalanya pernah dihadang beberpa pamuda karena hendak melakukan balap liar.

"Waktu itu balap liar masih di daerah Telanai, karena pulang kemalaman dari UNJA, jalan saya dihadang dan disuruh cari jalan lain, padahal saya gak tau jalan lain untuk menuju rumah," ujarnya.

Aisya sendiri tidak terkejut jika sampai saat ini balap liar masih marak di Jambi dan hanya berganti lokasi saja, karena tidak ada sarana dan prasaran pendukung buat penghobi dunia otomotif.

Ia mencontohkan di daerah asalnya terdapat sikuit sehingga yang hobi balap menyalurkan hobinya di sana.

"Saya itu dulu tinggal di Magetan, tapi Madiun ada sirkuit kala itu, jadi pecinta dunia balap baik di Magetan dan Madiun pada tanding di sana," ujarnya guru di salah satu sekolah swasta ini.

"Jadi tidak ada yang balapan di jalan raya, waktu itu," timpalnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved