Cuaca Ekstrem di Jambi Tiga Wilayah Ini Perlu Diwaspadai
Pada November 2023, secara umum wilayah Provinsi Jambi sudah memasuki awal musim hujan.
Penulis: A Musawira | Editor: Teguh Suprayitno
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pada November 2023, secara umum wilayah Provinsi Jambi sudah memasuki awal musim hujan.
Beberapa wilayah di Jambi mulai diguyur hujan, namun ada sebagian wilayah yang masih memasuki masa pancaroba atau peralihan musim kemarau ke musim hujan.
Hal ini disampaikan Ibnu Sulistyono Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Thaha-Jambi, Selasa (21/11/2023).
Ibnu mengatakan untuk prakiraan seminggu ke depan masih berpotensi mendapat curah hujan lebih dari 50 mm per dasarian. Namun ada juga beberapa wilayah yang kurang dari 50 mm.
“Khusus wilayah Tebo sebagian Bungo dan Sarolangun perlu diwaspadai karena potensi curah hujan di wilayah tersebut berpotensi lebih dari 100 mm per dasarian sampai Januari 2024,” katanya.
Cuaca ekstrem yang terjadi pada November dan Desember, pada umumnya terjadi pada siang, sore dan dini hari untuk itu tiga wilayah seperti Tebo, Bungo dan sebagian Sarolangun perlu diwaspadai potensi cuaca ekstrem.
“Diwaktu ini, masyarakat diminta untuk waspada terjadi cuaca ekstrem, biasanya dampak yang ditimbulkan adanya petir, hujan lebat, angin kencang dan menganggu pandangan serta kemudian terjadi genangan air, visibility berkurang dan tanah longsor di daerah dataran tinggi,” pungkansya.
Baca juga: Memasuki Musim Penghujan, BPBD Tanjab Timur Imbau Masyarakat Waspada Cuaca Ekstrem
Baca juga: Cuaca Ektrem Terjadi hingga April, Dua Kecamatan di Sarolangun Rawan Longsor
Baca juga: Sumbawa NTB Digetarkan Gempa Hari Ini Kamis 16 November 2023, BMKG: di Kedalaman 13 Km
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Cuaca-Ekstrem-Menghantui-Masyarakat-Pesisir-Tanjung-Jabung-Timur.jpg)