Memasuki Musim Penghujan, BPBD Tanjab Timur Imbau Masyarakat Waspada Cuaca Ekstrem
Puncak musim hujan di Wilayah Kabupaten Tanjab Timur akan berlangsung pada Desember 2023 hingga Januari 2024. Warga diminta waspada cuaca ekstrem.
Penulis: anas al hakim | Editor: Teguh Suprayitno
TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Sejak beberapa pekan ke belakang, hujan deras yang disertai angin kencang kerap melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Tanjab Timur.
Meski ini merupakan fenomena alam yang kerap terjadi mendekati akhir tahun, namun ada ancaman bahaya yang bisa saja menyertai pada saat terjadinya kondisi cuaca seperti itu.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Tanjab Timur, Helmi Agustinus menerangkan, memasuki bulan November 2023, terjadi peralihan musim yakni dari musim panas ke musim penghujan.
"Dampak dari perubahan musim itu, biasanya curah hujan akan semakin meningkat hingga akhir Januari 2024," jelasnya, Sabtu (18/11/23).
Menurut Helmi Agustinius, puncak musim hujan di Wilayah Kabupaten Tanjab Timur akan berlangsung pada bulan Desember 2023 hingga Januari 2024.
"Di dasarian I dan II bulan November 2023, peluang curah hujan 200 mm per bulan dan puncaknya itu nanti di bulan Desember 2023," ujarnya.
Helmi mengimbau, agar masrayakat mewaspadai potensi cuaca ekstrim berupa hujan yang disertai petir serta angin kencang, pada periode peralihan musim ini.
Selain itu, kondisi cuaca yang dapat membahayakan itu bisa terjadi pada siang, sore, malam dan juga dini hari.
"Tetap waspada dengan angin puting beliung dan pohon tumbang ditengah terjadinya cuaca ekstrim itu. Jika terjadi bencana, segera menghubungi pihak terkait yang ada di wilayah masing-masing, atau hubungi kami pihak BPBD," pungkasnya.
Baca juga: Tangkapan Nelayan di Tanjabtim Sedikit, Pedagang Mengeluh Harga Ikan Jadi Mahal
Baca juga: Memasuki Musim Hujan, Petani di Tanjab Timur Mulai Garap Sawah
Baca juga: Musim Penghujan Rawan Pohon Tumbang, BPBD Tanjab Timur Imbau Camat Agar Pangkas Pohon
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Wilayah-pesisir-Timur-Jambi-jelang-akhir-tahun-terus-dilanda-cuaca-ekstrem.jpg)