Ditengah Gempuran Digital, Beberapa Jenis Buku Terancam Punah di Jambi
Beberapa jenis buku dipasaran mulai hilang tergerus modernisasi, seperti di toko buku Pustaka Jaya yang berada di Jalan Sersan Zuraida
Penulis: Abdullah Usman | Editor: Herupitra
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Beberapa jenis buku dipasaran mulai hilang tergerus modernisasi, seperti di toko buku Pustaka Jaya yang berada di Jalan Sersan Zuraida kawasan terminal Rawasari Kota Jambi, Jumat (10/11/2023)
Baik terdampak oleh perkembangan teknologi maupun gempuran perekonomian yang kian melemah, penjual buku mengaku beberapa jenis buku saat ini mulai kehilangan peminat dan terancam punah.
Dikatakan pemilik toko buku Pustaka Jaya, Gultom menuturkan penjualan buku saat ini memang sedikit mengalami penurunan pembeli yang sudah terjadi lebih kurang sejak tiga bulan terakhir.
"Banyak faktor yang menyebabkan sepinya pembeli tersebut, yang pertama jelas karena faktor ekonomi yang lagi lemah dan juga beberapa buku kalah pamor dengan perkembangan teknologi dan ada juga pengaruh semester pembelajaran sekolah," jelasnya.
Lanjut Gultom, meski tidak semua buku itu berpengaruh dengan perkembangan digital namun ada juga yang sangat berdampak.
Baca juga: SKK Migas-PetroChina Berikan Bantuan 4000 Buku Kesehatan Ibu dan Anak di Tanjung Jabung Timur
Baca juga: Wapres Minta UMKM Harus Adaptif di Era Digital
Misal jenis buku TTS yang pada Empat tahun terakhir masih menjadi primadona atau buruan kini mulai ditinggalkan.
"Sebelum ada HP berkrkembang penjualan TTS itu sangat laku keras, penjualan 100.000 lembar saja mudah dulu kalo sekarang jangan," tuturnya.
"Sekarang 1 pembeli dalam seminggu saja sudah syukur," sambungnya.
Kebanyakan yang masih mencari buku TTS itu kalangan lansia (kakek kakek) dan itupun tidak banyak hanya setahun satu orang saja.
Selain jenis buku TTS beberapa jenis buku lainnya juga sudah sepi bahkan tidak lagi ada peminatnya, seperti komik komik, novel, kartun petruk, dan beberapa majalah sudah menurun jauh peminatnya.
"Meskipun sudah tidak ada peminatnya, namun beberapa buku masih ada di toko kita meskipun jumlahnya tidak banyak," tuturnya.
Justru pamor buku buku tadi masih kalah dengan buku buku dongeng anak dan poster poster.
Meskipun di youtube semakin banyak cerita kartun animasi, namun buku dongeng dan cerita anak masih banyak peminatnya.
Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News
Baca juga: Intip OOTD Fuji Saat Liburan ke Eropa Bareng Nikita Mirzani
Baca juga: Banyak Siswa Berkendara ke Sekolah, Polres Batanghari Sosialisasikan Keselamatan Berkendara
Baca juga: Haji Faisal Akan Laporkan Penyebar Chat Kasar Fuji ke Polisi: itu Melanggar Hukum
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/buklanga.jpg)