UEA Investasi pada Pembangunan PLTS Terapung Cirata Jawa Barat
Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Cirata, di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat dibangun dengan kolaborasi PLN dan Masdar, perusahaan ener
TRIBUNJAMBI.COM - Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) berinvestasi pada pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Terapung Cirata, di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.
PLTS itu dibangun dengan kolaborasi PLN dan Masdar, perusahaan energi asal UEA, dengan porsi kerja sama PLN sebesar 51 persen dan sisanya 49 persen ditanggung Masdar.
Total investasi pembangunan PLTS Terapung Cirata mencapai Rp 1,7 triliun.
“Indonesia dan UEA mempunyai hubungan bilateral yang baik selama ini. Terima kasih atas kerja sama yang erat antara kedua negara dan terima kasih atas investasi UEA di Indonesia. Tolong sampaikan salam hangat saya kepada Yang Mulia Pangeran Mohammad bin Zayed dan keluarganya. Terima kasih,” kata Jokowi dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden.
PLTS Terapung Cirata bisa menghasilkan listrik hingga 192 megawatt peak (MWP).
Pada tahap awal, produksi listrik dari PLTS Cirata akan disalurkan ke wilayah sekitar waduk. Tapi nantinya akan ditingkatkan menjadi 500 megawatt secara bertahap.
Baca juga: Bobby Nasution Deklarasi Dukung Prabowo-Gibran, Ganjar Pranowo Sebut Mestinya Dukung Dirinya
Baca juga: Catat Berikut Jadwal Seleksi Kompetensi PPPK di Tanjab Timur
Keberadaan PLTS Cirata juga diharapkan memacu pembangunann sumber energi hijau lainnya.
Presiden Jokowi mengungkap, banyak investor asing yang ingin berinvestasi di sektor energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia, selain UEA.
Namun tidak semuanya langsung diterima oleh pemerintah Indonesia.
Sementara dikutip dari laman iesr.or.id, Institute for Essential Services Reform (IESR) menilai, pengoperasian PLTS terapung Cirata menjadi tonggak akselerasi pengembangan pembangkit listrik tenaga surya berskala besar di Indonesia yang praktis mati suri sejak 2020
IESR juga mendorong pemerintah dan PLN untuk memanfaatkan potensi teknis PLTS terapung yang mencapai 28,4 GW dari 783 lokasi badan air di Indonesia untuk akselerasi pemanfaatan PLTS.
Data Kementerian ESDM menunjukkan adanya potensi PLTS terapung skala besar yang dapat dikembangkan setidaknya di 27 lokasi badan air yang memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), dengan total potensi mencapai 4,8 GW dan setara dengan investasi sebesar USD 3,84 miliar (Rp55,15 triliun).
Pemanfaatan potensi PLTS terapung ini akan mempercepat pencapaian target bauran energi terbarukan dan meraih target net zero emission (NZE) lebih cepat dari tahun 2060.
Direktur Eksekutif IESR Fabby Tumiwa menyebut Indonesia dapat meraup potensi-potensi investasi dan listrik yang rendah emisi dari PLTS terapung.
Sebagai informasi, PLTS Cirata merupakan proyek strategis nasional (PSN), yang dimiliki oleh PT PLN Nusantara Power.
Baca juga: Kunci jawaban kelas 11 Ekonomi Halaman 72, Kesenjangan dan Ketimpangan Ekonomi
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.