LIPUTAN KHUSUS
Mereka Berekspresi Tapi Disudutkan, Penari Lintas Gender Pilih Diam Pascaperistiwa di Mal Kota Jambi
"Kalau dibilang takut, tidak. Tapi kalau dibilang khawatir, iya. Soalnya mereka sekarang tidak bersedia diwawancarai."
Penulis: tribunjambi | Editor: Suci Rahayu PK
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - "Kalau dibilang takut, tidak. Tapi kalau dibilang khawatir, iya. Soalnya mereka sekarang tidak bersedia diwawancarai."
Kalimat itu terlontar dari Herlina Erika, Direktur Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Daerah Jambi, saat menceritakan kondisi para penari yang sempat viral dan mendapat perundungan (bullying) ketika tampil di sebuah mal di Kota Jambi pada awal September 2023.
Saat diwawancarai di sebuah mal pada Rabu (18/10/2023) lalu, Herlina mengungkapkan, peristiwa tersebut masih membekas pada diri para penari, meskipun terjadi hampir dua bulan lalu.
Tarian di panggung itu mendapat cibiran dari orang-orang. Bahkan di media sosial, mengalir tudingan keras bahwa tarian gaya Korea yang ditampilkan mengampanyekan minoritas gender (lesbian, gay, biseksual dan transgender; LGBT).
"Padahal sebenarnya mereka tampil profesional, mungkin karena di waktu dan tempat yang tidak tepat saja, wrong person in the wrong place, terus akhirnya seperti itu. Kalau bisa dibilang, tertekan," tutur perempuan berhijab yang akrab dengan sapaan Elin ini.
Baca juga: Penari Lelaki Hebohkan Kota Jambi, Berpakaian Perempuan Potongan Minim Lenggak-lenggok di Panggung
Baca juga: Presiden Jokowi Sebut Banyak Drama Politik Jelang Pilpres 2024, PDIP: yang Terjadi Rekayasa Hukum
Elin berkomentar demikian karena mengetahui kondisi para penari pascakejadian. Dia mengenal dekat sebagian penari karena kerap berkomunikasi.
"Memang, perihal kesenian, dikerjakan oleh event organizer. Saya juga terlibat di acara tersebut," ujarnya.
Peristiwa terjadi sekira dua bulan lalu, Kamis (7/9/2023). Forum Komunikasi Organisasi Masyarakat Kota Jambi menghelat acara bertema "Rasa Cinta Generasi Muda Terhadap Budaya Jambi" di Mall WTC Jambi.
Acara itu mendapat sorotan publik, termasuk di media sosial. Ada sejumlah laki-laki menari di panggung. Beberapa saat setelah acara berlangsung, video tarian tersebut muncul di media sosial.
Beragam komentar pengguna media sosial membanjiri akun yang mengunggah video. Komentar yang melabeli bahwa tarian itu bentuk dukungan terhadap minoritas gender LGBT menggelinding, lalu membesar. Tarian itu dinilai tak sesuai tema acara.
Tak lama setelah viral, sekelompok orang yang menamakan diri Laskar Pemuda Jambi Kota Sebrang mendatangi Mall WTC Jambi, kemudian meminta panitia menghentikan acara.
"Karena kami mengutuk keras aktivitas seperti itu. Tadi sudah ketemu panitia, alasannya tidak masuk rundown acara (susunan acara). Jadi sekarang kami minta untuk setop acaranya," kata Hafizi Alatas, Ketua Laskar Pemuda Jambi Kota Sebrang, Jumat (8/9/2023).
Hafiz dan beberapa orang mendatangi lokasi acara. Mereka menyatakan tarian yang ditampilkan tidak mencerminkan adat budaya Jambi.
Baca juga: Inara Rusli Tak Terima Virgoun Hanya Beri Nafkah Rp 6 Juta Per Bulan, Minta Rp 40 Juta: Sesuai Janji
Baca juga: Gempa Hari Ini Kamis 9 November 2023 Getarkan Bolsel Sulut dengan Kekuatan 3,0 Magnitudo
Meski meminta acara disetop, Hafiz mengatakan kegiatan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang ada dalam rangkaian acara masih tetap boleh digelar.
"Untuk acara UMKM, atas permintaan pedagang, terus dilakukan," ujarnya.
Sinopsis Island of Fire, Tayang 9 November 2023 di Indosiar |
![]() |
---|
Inara Rusli Tak Terima Virgoun Hanya Beri Nafkah Rp 6 Juta Per Bulan, Minta Rp 40 Juta: Sesuai Janji |
![]() |
---|
Tiga Cakades Simpang Limo Minta Pj Bupati Muaro Jambi Batalkan Pelantikan Jamel |
![]() |
---|
Kunci Jawaban IPA Kelas 9 Halaman 179, Penghijauan Hutan atasi Pemanasan Global |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.