Tafsir Mimpi
Arti Mimpi Makan Bersama Menurut Islam, Pertanda Kebahagiaan hingga Kesuksesan
Menurut Islam, mimpi makan bersama memiliki arti yang positif dan dikaitkan dengan kebahagiaan, keberuntungan, dan kesuksesan.
Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
TRIBUNJAMBI.COM - Menurut Islam, mimpi makan bersama memiliki arti yang positif dan dikaitkan dengan kebahagiaan, keberuntungan, dan kesuksesan.
Berikut adalah beberapa arti mimpi makan bersama menurut Islam:
Mimpi makan bersama keluarga
Mimpi makan bersama keluarga memiliki arti bahwa keluarga Anda akan segera mendapatkan kebahagiaan dan keharmonisan. Selain itu, mimpi ini juga bisa menjadi pertanda bahwa Anda akan mendapatkan dukungan penuh dari keluarga dalam menghadapi masalah.
Mimpi makan bersama teman
Mimpi makan bersama teman memiliki arti bahwa Anda akan mendapatkan keberuntungan dalam pekerjaan atau bisnis. Selain itu, mimpi ini juga bisa menjadi pertanda bahwa Anda akan mendapatkan teman baru yang baik.
Mimpi makan bersama orang yang dicintai
Mimpi makan bersama orang yang dicintai memiliki arti bahwa Anda akan segera mendapatkan kebahagiaan dalam percintaan. Selain itu, mimpi ini juga bisa menjadi pertanda bahwa Anda akan segera menikah.
Mimpi makan bersama orang asing
Mimpi makan bersama orang asing memiliki arti bahwa Anda akan mendapatkan kesempatan baru dalam hidup. Selain itu, mimpi ini juga bisa menjadi pertanda bahwa Anda akan bertemu dengan orang-orang baru yang akan membawa pengaruh positif dalam hidup Anda.
Mimpi makan bersama orang yang sudah meninggal
Mimpi makan bersama orang yang sudah meninggal memiliki arti bahwa orang tersebut sedang mendoakan Anda. Selain itu, mimpi ini juga bisa menjadi pertanda bahwa Anda akan mendapatkan keberuntungan dan kesuksesan.
Mimpi Adalah Petunjuk
Tidak semua mimpi yang dialami oleh seseorang bisa dijadikan sebagai petunjuk, sebab ada kemungkinan mimpi yang dialami bukan berasal dari petunjuk Allah, tapi karena bisikan setan.
Mimpi bisa juga disebabkan tersibukkannya seseorang memikirkan suatu objek tertentu hingga objek itu terbawa dalam mimpinya.
Dalam Islam, mimpi yang dapat dijadikan pijakan adalah mimpi yang betul-betul berasal dari petunjuk Allah.
Nabi Muhammad menjadikan dasar penetapannya pada sebuah mimpi yang dialami para sahabat.
Dalam menentukan pensyariatan adzan yang berdasarkan mimpi Abdullah bin Zaid dan Umar bin Khattab. Hal ini merupakan salah satu contoh dari mimpi yang merupakan petunjuk dari Allah.
Untuk membedakan antara mimpi yang benar-benar petunjuk dari Allah dengan mimpi yang berasal dari bisikan setan, salah satunya dengan menandai waktu terjadinya mimpi tersebut.
Jika mimpi terjadi dini hari atau saat waktu sahur, kemungkinan besar mimpi itu adalah mimpi yang benar dan dapat ditafsirkan.
Sedangkan mimpi yang dipandang merupakan bisikan dari setan adalah mimpi yang terjadi pada awal-awal malam atau saat petang.
“Mimpi yang paling benar adalah di waktu sahur, sebab waktu tersebut adalah waktu turunnya (isyarat) ketuhanan, dekat dengan rahmat dan ampunan, serta waktu diamnya setan. Kebalikannya adalah mimpi di waktu petang (awal waktu malam)” (Ibnu Qayyim al-Jauziyah, Madarij as-Salikin, juz 1, hal. 76).
Baca juga: Arti Mimpi Suami Selingkuh, Pertanda Perekonomian Keluarga Membaik
Arti Mimpi Hantu di Malam Jumat, Benarkah Pertanda Buruk? |
![]() |
---|
Arti Mimpi Dikejar Ular Simbol Banyak Rezeki dan Datangnya Jodoh |
![]() |
---|
Arti Mimpi Membeli Baju Baru Pertanda Perubahan Hidup yang Lebih Baik |
![]() |
---|
Arti Mimpi Menikah Lagi Dengan Simbol Pertanda Pembaharuan Komitmen |
![]() |
---|
Arti Mimpi Digigit Buaya Simbol Transformasi hingga Ancaman |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.