Viral Video Polisi Bawa Parang saat Masuk Pulau Rempang untuk Pengamanan
Beredar video anggota polisi menenteng senjata tajam berupa parang masuk ke Pulau rempang untuk mengukur tanah atau lahan.
TRIBUNJAMBI.COM - Beredar video anggota polisi menenteng senjata tajam berupa parang masuk ke Pulau rempang untuk mengukur tanah atau lahan.
Terkait video ini Kabid Humas Polda Kepri Kombes Zahwani Pandra Arsyad menyebutkan jika narasi video tidak benar.
Dijelaskannya, polisi yang membawa parang dalam video bukan untuk mengancam atau menakut-nakuti masyarakat setempat, namun pengamanan topografi yang bertujuan untuk mengukur tinggi rendahnya tanah.
Adapun parang yang dibawa polisi itu, kata dia, digunakan untuk membuka jalan menuju lokasi yang merupakan kawasan hutan penuh dengan ilalang.
“Kegiatan tersebut merupakan kegiatan pengamanan topografi oleh PT.MEG, yang bertujuan untuk mengukur tinggi rendahnya tanah,” kata Pandra di Batam, Kepulauan Riau, pada Senin (23/10/2023).
“Parang itu bukan untuk menakuti atau mengancam warga sekitar, tetapi parang tersebut digunakan untuk membuka jalan menuju lokasi yang merupakan kawasan hutan penuh rumput, ilalang, ranting pohon, dan semak belukar yang menghalangi jalan pada saat survei dan topografi.”
Baca juga: Dinar Candy Pamer Uang Saweran Rp 43 Juta Semalam, Tak Peduli Dilaporkan Istri Ko Apex ke Polisi
Baca juga: Dokter Forensik Bocorkan Hasil Otopsi 2 Korban Pembunuhan di Subang
Baca juga: Sinopsis Operation Mekong, Tayang 23 Oktober 2023 di Indosiar
Dia menyebutkan kegiatan survei lokasi proyek dan topografi PT. MEG adalah bertujuan untuk mengetahui tinggi rendahnya tanah, memverifikasi lahan yang meliputi kebun, rumah dan hutan.
Pada saat melaksanakan pengamanan kegiatan survei lokasi proyek oleh PT. MEG, sempat mendapat hambatan oleh masyarakat yang tidak menginginkan kampungnya dilakukan kegiatan oleh pemerintah maupun pihak pengembang,” kata dia.
Dia mengimbau semua pihak, untuk saling menahan diri dan tidak terprovokasi dalam menyikapi pengembangan kawasan Rempang sebagai daerah Eco City di Kota Batam.
"Kepada masyarakat agar bersikap bijak dan cerdas dengan selalu melakukan konfirmasi serta cek dan ricek sebelum mempercayai apalagi membagikan sebuah berita atau informasi yang belum jelas kebenarannya," ujarnya.
Sementara itu, Kapolresta Barelang Kombes Nugroho Tri Nuryanto meminta maaf atas adanya kejadian tersebut.
Ia mengatakan ke depan hal itu akan menjadi bahan analisa dan evaluasi dalam melaksanakan tugas kedinasan.
"Anggota Polri dalam menjalankan tugas di lapangan harus selalu sesuai SOP. Hal-hal seperti pakaian dinas harus lengkap, utamakan Bhabinkamtibmas di kelurahan tersebut,” ujar Nugroho.
“Surat perintah tugas harus selalu dibawa, serta apabila akan masuk wilayah yang mau diukur dan ditinjau untuk selalu koordinasi serta melapor kepada tokoh masyarakat setempat, sehingga hal ini tidak terulang kembali.”
Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News
Baca juga: Suami Istri Kompak Nyalon Kades di Muaro Jambi
Baca juga: Percepat Layanan Publik, Pemkab Batanghari Akan Beralih ke Tanda Tangan Elektronik
Baca juga: Dinar Candy Pamer Uang Saweran Rp 43 Juta Semalam, Tak Peduli Dilaporkan Istri Ko Apex ke Polisi
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.