Kunci dan Jawaban
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Halaman 58-59, Sifat Datu Mabrur
Kunci jawaban kelas 10 SMA mata pelajaran Bahasa Indonesia Kurikulum Merdeka halaman 58-59.
Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
TRIBUNJAMBI.COM - Kunci jawaban kelas 10 SMA mata pelajaran Bahasa Indonesia Kurikulum Merdeka halaman 58-59.
Setelah menyimak Hikayat Sa-ijaan dan Ikan Todak jawablah pertanyaan
berikut. Kalian dapat meminta teman untuk membacakan hikayat tersebut
sekali lagi agar mendapatkan pemahaman yang lebih baik.
1. Berdasarkan penggalan cerita pada Hikayat Sa-ijaan dan Ikan Todak
berikut, sifat Datu Mabrur apakah yang hendak disampaikan penulis
kepada pembaca?
Siang-malam ia bersamadi di batu karang, di antara percikan buih,
debur ombak, angin, gelombang dan badai topan.
2. Bagaimana perasaan Ikan Todak saat muncul ke permukaan dan
memperkenalkan dirinya kepada Datu mabrur?
3. Apakah kalian setuju dengan sikap Raja Ikan Todak yang menyerang
Datu Mabrur?
Setuju
Tidak setuju
Alasan: _____________________________________________________________________________
4. Tentukan apakah pernyataan berikut ini benar atau salah.
Benar Salah
a. Datu Mabrur ingin memiliki pulau yang dapat
ia tinggali dan kuasai
b. Datu Mabrur dapat mengatasi serangan Ikan
Todak
c. Ikan Todak menyerang Datu Mabrur karena
telah sengaja menyakiti pasukannya
d. Sa-ijaan berarti saling membantu.
e. Proses munculnya daratan baru dari dasar laut
terjadi sejak tengah malam hingga pagi hari.
5. Bagaimana hubungan pesan moral yang disampaikan dengan kondisi
masyarakat pada saat ini?
Jawaban
1. Berdasarkan penggalan cerita pada Hikayat Sa-ijaan dan Ikan Todak berikut, sifat Datu Mabrur apakah yang hendak disampaikan penulis kepada pembaca?
Sifat Datu Mabrur yang hendak disampaikan penulis kepada pembaca adalah sifat gigih dan pantang menyerah. Hal tersebut terlihat dari penggambaran suasana yang tidak menyenangkan, tetapi tetap dilalui oleh Datu Mabrur.
Pada penggalan cerita tersebut, Datu Mabrur melakukan samadi di batu karang di tengah laut. Samadi adalah suatu ritual yang dilakukan untuk melatih konsentrasi dan kesabaran. Datu Mabrur melakukan samadi di tempat yang tidak nyaman, yaitu di antara percikan buih, debur ombak, angin, gelombang, dan badai topan. Meskipun demikian, Datu Mabrur tetap tekun melakukan samadi.
Sifat gigih dan pantang menyerah Datu Mabrur ini patut diteladani oleh pembaca. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering dihadapkan dengan berbagai tantangan dan rintangan. Namun, kita harus tetap gigih dan pantang menyerah dalam menghadapi tantangan tersebut.
2. Bagaimana perasaan Ikan Todak saat muncul ke permukaan dan memperkenalkan dirinya kepada Datu mabrur?
Ikan Todak merasa gugup saat muncul ke permukaan dan memperkenalkan dirinya kepada Datu Mabrur. Hal ini terlihat dari penggambaran kalimat "Ikan Todak pun muncul ke permukaan dan memperkenalkan dirinya kepada Datu Mabrur dengan suara bergetar."
Ikan Todak gugup karena ia tahu bahwa Datu Mabrur adalah seorang yang sakti. Ikan Todak khawatir bahwa Datu Mabrur akan marah kepadanya karena telah menyerangnya sebelumnya.
3. Apakah kalian setuju dengan sikap Raja Ikan Todak yang menyerang Datu Mabrur?
Tidak setuju.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Aktivitas-belajar-mengajar-di-sekolah.jpg)