Polisi Panggil 5 Saksi Kasus Meninggalnya Wanita Muda Tanpa Busana di Batanghari
Satreskrim Polres Batanghari terus mendalami kasus meninggalnya wanita muda berinisial TA (18) pada Rabu (18/10/2023) kemarin.
Penulis: Srituti Apriliani Putri | Editor: Teguh Suprayitno
TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Satreskrim Polres Batanghari terus mendalami kasus meninggalnya wanita muda berinisial TA (18) pada Rabu (18/10/2023) kemarin.
TA ditemukan sudah tak bernyawa di kamarnya sendiri, tanpa busana dan wajahnya tertutup bantal.
Kepala Unit Pidana Umum Polres Batanghari, IPTU Gegar Mahdi mengatakan saat ini pihaknya telah memanggil lima orang saksi untuk menemukan fakta baru dari kasus ini.
"Kita sudah panggil sejumlah saksi, yakni orang tua korban, dua orang teman dekat korban dan Ketua RT 16 yang rumahnya berdekatan dengan rumah korban. Total ada lima orang," jelasnya.
Ia mengatakan nantinya akan ada beberapa saksi lagi yang dipanggil untuk mendalami kasus ini. Saat ini, tim dari Polres Batanghari juga terus melakukan pendalaman terhadap kasus meninggalnya TA ini.
Selain pemanggilan saksi, pihak kepolisian juga telah bekerjasama dengan rumah sakit untuk melakukan visum terhadap jenazah korban.
IPTU Gegar mengatakan bahwa secara kasat mata, pihaknya tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh TA.
"Kalau dilihat, memang tidak ada tanda kekerasan pada tubuh korban. Tim masih terus mendalami kasus ini, apakah ada motif lain dari kasus ini," jelasnya.
Sebelumnya diberitakan, TA (18) tahun meninggal di kamarnya di RT 16 Sungai Buluh Kecamatan Muara Bulian Kabupaten Batanghari dengan posisi wajah yang tertutup bantal dan tidak mengenakan busana.
Ibu korban Siti Qoriyah yang pertama kali mengetahui kejadian ini mengatakan bahwa, dia dan suaminya berada di kebun sejak pagi.
"Saat kami pulang, pintu belakang rumah sudah terbuka," ujarnya.
Qoriyah mengatakan bahwa sang anak memang sehari-hari di rumah dan membantu pekerja rumah saja.
"Di rumah bae dio, kadang bantu cuci piring nyapu," jelasnya.
Ia juga mengatakan, bahwa sepengetahuannya sang putri tidak pernah memiliki musuh. Melihat kondisi putrinya yang meninggal dalam keadaan tanpa busana, ia menduga putrinya diperkosa. Qoriyah berharap, polisi dapat segera menemukan pelaku.
"Yo kami harap pelaku cepat diketemukan dan dapat balasan yang setimpal," ujarnya.
Baca juga: Wanita Muda di Batanghari yang Meninggal di Kamar Diduga Dibunuh, Orangtua Berharap Pelaku Ditangkap
Baca juga: Mimin Ngaku Tak Terlibat Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang: Tanpa Bukti yang Jelas, Saya Tak di TKP
Baca juga: Mbak Rara Pawang Hutan Datang dan Lakukan Ritual di Lokasi Pembunuhan di Subang, Sebut Soal Ramalan
Kerusuhan Demo di Jambi, Gubernur Minta Semua Pihak Menahan Diri |
![]() |
---|
Ahmad Sahroni ke Singapura, Massa Gasak Isu Rumah dan Teriak "Duit Rakyat" |
![]() |
---|
Demo Ricuh di Jambi, Psikolog Ungkap Peran Media Sosial dalam Menggiring Emosi Massa |
![]() |
---|
Terungkap Misteri Keberadaan Ahmad Sahroni saat Rumah Dijarah Massa |
![]() |
---|
Suasana Hening, Gedung DPRD Jambi Menyisakan Puing dan Sampah Pasca Aksi Massa |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.