Selasa, 5 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Newcastle United

Gelandang Newcastle, Sandro Tonali Berjuang Atasi Kecanduan Judi

Agen pemain Newcastle United, Sandro Tonali telah mengkonfirmasi bahwa gelandang Italia itu sedang berjuang melawan tuduhan

Tayang:
Penulis: Mareza Sutan AJ | Editor: Mareza Sutan AJ
Instagram/ @sandrotonali
Sandro Tonali di Newcastle United 

 

TRIBUNJAMBI.COM - Agen pemain Newcastle United, Sandro Tonali telah mengkonfirmasi bahwa gelandang Italia itu sedang berjuang melawan tuduhan berjudi saat ia menghadapi penyelidikan polisi dan kemungkinan larangan bermain sepak bola.

Jumat lalu, pemain berusia 23 tahun itu dibebaskan dari kamp tim nasional Italia, bersama dengan pemain Aston Villa Nicolo Zaniolo, atas penyelidikan jaksa Italia atas dugaan perjudian ilegal.

Setelah diinterogasi oleh polisi, Tonali sempat kembali ke Newcastle pada hari Senin dan berlatih di klub tersebut.

Namun ia telah melakukan perjalanan kembali ke Italia untuk menghadiri sidang di kantor kejaksaan di Pengadilan Turin pada Selasa sore.

Laporan baru-baru ini mengklaim bahwa Tonali menemui terapis karena kecanduan judi.

Dia diperkirakan akan melaporkan dirinya sendiri di depan jaksa dalam upaya untuk mempersingkat potensi larangan bermain sepak bola yang berkepanjangan.

Berdasarkan peraturan di Italia, Tonali dan Zaniolo bisa menghadapi larangan bermain selama tiga tahun jika mereka terbukti melanggar peraturan taruhan.

Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) mengonfirmasi pada hari Selasa bahwa gelandang Juventus dan Italia Nicolo Fagioli telah dijatuhi larangan bermain sepak bola selama tujuh bulan sebagai bagian dari penyelidikan yang sama terhadap perjudian ilegal, setelah menyetujui tawar-menawar pembelaan dengan jaksa Italia.

Menanggapi penarikan Tonali dan Zaniolo dari skuad timnas Italia, FIGC menyatakan bahwa kedua pemain tersebut "tidak dalam kondisi yang diperlukan" untuk mewakili negaranya di kualifikasi Euro 2024 melawan Malta dan Inggris pada hari Selasa.

Berbicara pada sebuah acara di kedutaan besar Italia di London, presiden FIGC Gabriele Gravina menganggap pemain-pemain yang terlibat judi itu seperti anak-anak.

"Sebagai manusia, saya merasa terhadap kedua pemain tersebut, mereka seperti anak-anak bagi saya. Kita tidak boleh mengutuk anak-anak muda ini."

"Kecanduan judi bukanlah masalah sepak bola, ini wabah sosial, saya jamin siapa pun yang meminta bantuan, kami akan membantu."

"Siapa pun yang melakukan kesalahan akan dihukum dan dibantu dalam proyek penyembuhan dan pemulihan. Kita perlu menempatkan orang-orang ini pada jalur pemulihan."

"Kita harus memastikan anak-anak ini dapat kembali. Kami tidak akan meninggalkan anak-anak ini. Selamanya."

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved