Usaha Kaki Lima di Kota Jambi Menjamur, Pengamat Ekonomi: Gambar Sulitnya Mencari Pekerjaan
Pengamat Ekonomi Jambi Pantun Bukit menyebut ada beberapa faktor penyebab sektor perekonomian kaki lima menjadi primadona saat ini.
Penulis: Abdullah Usman | Editor: Teguh Suprayitno
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Peluang cuan dari kaki lima kini marak digandrungi masyarakat, baik kalangan milenial hingga rumah tangga.
Pengamat Ekonomi Jambi Pantun Bukit menilai, beberapa faktor penyebab sektor perekonomian kaki lima menjadi primadona saat ini.
Dari sisi lain, kondisi tersebut menggambarkan bahwa betapa susahnya mencari lapangan pekerjaan di Kota ini. Sehingga orang untuk dapat bertahan hidup secara survive mereka harus berkreasi.
Dengan kemampuan dan keterampilan serta modal terbatas, berdagang dengan memanfaatkan kawasan pinggir jalan menjadi pilihan. Dengan ukuran 2x2 meter saja sudah cukup bagi mereka.
"Nah itu sumbangsihnya bagi ekonomi daerah dapat mengurangi jumlah pengangguran, terutama pengangguran rumah tangga," sebutnya.
Selain itu dari sisi lainya, kondisi seperti ini menggambarkan kondisi masyarakat urban yang tinggal di kawasan pinggiran perkotaan.
Untuk dapat bertahan hidup, dan menambah pendapatan keluarga di tengah susahnya mencari lapangan pekerjaan.
Kita terjadi permainan harga sewa yang berbeda di suatu tempat itu juga sudah hal yang wajar, disitulah demand dan supply main. Ketika banyak peminat maka harganya juga akan tinggi.
"Ada seperti ketidakadilan, namun memang pemilik lahan atau ruko melihat dari letak. Terutama strategis maka hukum pasar berlaku," ujarnya.
Untuk hal itu saya rasa pemerintah juga tidak bisa mengatur atau menentukan tarif tersebut. Tetapi yang terpenting Pemerintah harus membuat suatu tempat khusus untuk para ukm ataupun pedagang kaki lima pinggir jalan ini terpusat di suatu tempat (sentra kuliner).
"Jadi tidak menjamur di pinggir jalan, dan lokasinya juga tidak jauh dari pusat Kota. Kalo itu bisa dilakukan Kota dengan sebuah perda tentu akan lebih baik lagi," tuturnya.
Secara tidak langsung jika itu terwujud, tentu perlahan mereka (pedagang kaki lima) akan beralih dengan sendirinya karena adanya alternatif.
Namun jika itu tidak dilakukan, pemerintah bisa berbuat apa pemilik lahan dan bangunan sesuka mereka mau patok harga berapa. Pemerintah tidak bisa masuk mengatur terkait itu.
Sementara itu sektor roda perekonomian, dengan menjamurnya usaha kaki lima ini tetap berdampak pada ekonomi Jambi meski tidak secara langsung.
"Dengan pendapatan mereka bertambah daya beli mereka juga akan naik kan, dan mereka akan membeli produk lebih tinggi lagi melalui pajak pertambahan hasil. Selain itu yang jelas mengurangi angka pengangguran dengan menciptakan lapangan pekerjaan sendiri," tandasnya.
Akhirnya Lita Gading Datangi Polda Butut Laporan Ahmad Dhani, Sentil Pentingnya Kesehatan Mental |
![]() |
---|
Wujud Belasungkawa, Polda Jambi Gelar Salat Gaib untuk Driver Ojol |
![]() |
---|
Dosen UBR dan UNJA Lakukan Penelitian di Suku Anak Dalam Desa Nyogan, Muaro Jambi |
![]() |
---|
Blunder Ahmad Sahroni, Dicopot dari Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Imbas Ucapan Orang Tolol Sedunia |
![]() |
---|
Tim FEB UNJA Latih Pemetaan UMKM melalui Pencatatan dan Penilaian Kelayakan untuk Akses Modal |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.