Berita Jambi

Akibat Kabut Asap Kualitas Udara di Jambi Tidak Sehat, Ini Gejala Awal ISPA

Mhd Fery Kusnadi mengimbau ke masyarakat untuk memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan

Penulis: A Musawira | Editor: Rahimin
tribunjambi/musawira
Mhd Fery Kusnadi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Terjadi penurunan kualitas udara di Provinsi Jambi akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Belakangan ini Indeks Standar Pencamatan Udara (ISPU) berdasarkan PM 2.5 masih diangka 77 hingga Rabu (27/9/2023) alami penurunan mencapai 118 yang masuk kategori tidak sehat.

Menanggapi hal itu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, Mhd Fery Kusnadi mengimbau ke masyarakat untuk memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan.

“Saya anjurkan untuk memakai masker dan juga kalau bisa tidak melakukan aktivitas di luar ruangan,” ujarnya.

Ia menyebut usia yang rentan terkena penyakit ISPA diantarnya balita di bawah lima dan lanjut usia.

“Kalau di bawah 5 tahun tentu sistem imun belum sempurna, sementara di atas 60 tahun sudah penurunan sistem imun. Jadi yang paling rentan diumur segitu,” ujarnya.

Oleh karenanya ia mengimbau fasilitas kesehatan baik itu puskesmas, rumah sakit dan sebagainya untuk menyiapkan obat-obatan jika terjadi peningkatan pasien ISPA.

“Gejala awal agak perih mata dan sesak, itu gejala awalnya,” pungkasnya.

Diketahui, pagi hari di Provinsi Jambi mengalami penurunan kualitas udara menjadi tidak sehat lantaran dampak dari Kebakaran hutan lahan (karhutla) di provinsi tetangga.

Kabut asap yang menyelimuti Kota Jambi dan sekitarnya dibawa oleh arah angin yang umumnya bertiup dari Tenggara ke Barat Laut, sehingga diprakirakan asap bergerak memasuki wilayah Provinsi Jambi.

“Kita terima resikio itu, ketika ada karhutla di provinsi tetangga dan arah anginnya ke Jambi, jadi terbawa,” kata Gubernur Jambi Al Haris, baru-baru ini.

Agar Jambi tidak menjadi penyumbang kabut asap dampak dari karhutla, Al Haris meminta semua daerah waspada, terlebih Satgas karhutla jangan lengah tetap terus menjaga dan mengawal jangan sampai ada warga yang membakar lahan.

“Tim masih terus di lapangan. Allhamdullilah, daerah-daerah yang sangat mungkin untuk ada curah hujannya itu kita bantu dengan TMC. Berapa hari lalu Jambi juga diguyur hujan. Kondisi hari ini cukup baik, artinya hotspot tidak terlalu banyak,” ujarnya.

Ditanya mengenai kebijakan untuk kegiatan belajar menghajar, Al Haris bilang akan melihat kondisi beberapa hari ke depan apakah semakin parah atau seperti apa.

“Saya akan lihat beberapa hari ke depan ya,” pungkasnya.

Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Kualitas Udara di Jambi Tidak Sehat, Gubernur Al Haris Minta Satgas Jangan Lengah

Baca juga: Asap Kiriman dari Sumsel Membuat Udara di Kota Jambi Tidak Sehat

Baca juga: Jarak Pandang di Kota Jambi Hanya 900 Meter Akibat Asap Kiriman dari Sumsel

 

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved