Kisah Mistis Vila Belanda Caringin, Suara Tawa Bocah hingga Patung Berjalan di Malam Hari
Vila Belanda atau vila Putih di Desa Ciderum, Kecamatan Caringin, Bogor mempunyai cerita mistis.
TRIBUNUJAMBI.COM - Vila Belanda atau vila Putih di Desa Ciderum, Kecamatan Caringin, Bogor mempunyai cerita mistis.
Kisah mistis yang menyeramkan vila yang telah ditinggalkan sejak 5 tahun lalu ini, diungkapkan oleh mantan penjaga vila Mail (29).
Mail mengatakan, sebelum ditinggal pemiliknya, vila ini belum angkar.
"Jadi pemiliknya itu seminggu sekali kadang ke sini, tapi sekarang mah udah ditinggal 5 tahun yang lalu," katanya kepada TribunnewsBogor.com, Selasa (26/9/2023).
Dalam pengalamannya, selama menjaga vila tersebut dirinya sering melihat penampakan aneh dan mengerikan di vila tersebut.
Baca juga: Cerita Mistis Bendung Cibalok Bogor, Pantangan Mandi di Siang Hari
Baca juga: Malam 1 Suro Identik dengan Mistis, Berikut Deretan Larangan Malam 1 Suro pada Masyarakat Jawa
Mail menjelaskan, yang benar-benar mengerikan adalah tiga patung di halaman vila tersebut.
Bahkan, saat dirinya menjaga vila, Mail melihat patung-patung ini berjalan sendiri di malam hari.
"Kalau malam patung-patung kuno ini suka pindah-pindah sendiri, kaya prajurit kerajaan aja, bawa gebukan kayu itu," ungkapnya.
Kisah menyeramkan di Villa Belanda tidak berhenti sampai di situ saja.
Mail juga sering mendengar suara tawa anak-anak di malam hari, meskipun tidak ada sosok anak yang terlihat di sekitar villa.
"Suara anak-anak bermain, ketawa udah biasa saya kalau jaga dulu itu dari jam 22:00 WIB sampai pagi," jelasnya.
Bahkan lebih mengejutkan lagi, ia telah menyaksikan penampakan-penampakan yang menakutkan, mulai dari pocong yang mengambang di antara pohon-pohon hingga sosok misterius berwujud genderuwo yang mengintai dalam kegelapan.
"Kalau makhluk halus yang sering menghantui malam hari ya banyak, pocong di pepohonan, sampai genderuwo ada," paparnya.
Villa yang dahulu pernah menjadi tempat kediaman yang nyaman kini tenggelam dalam misteri yang menakutkan.
Mail mengaku dirinya berhenti bekerja di tempat tersebut bukan karena katakutannya namun karena sang pemilik sudah tidak lagi mengurus villa tersebut.
"Saya berhenti bukan karena seram, tapi karena nggak diurus aja sama pemiliknya," tutupnya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.