Berita Batanghari
248 Hektare Lahan di Kabupaten Batanghari Terbakar
Hingga pertengahan September 2023 setidaknya ditemukan 164 titik hotspot di Batanghari.
Penulis: Srituti Apriliani Putri | Editor: Herupitra
TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Hingga pertengahan September 2023 setidaknya ditemukan 164 titik hotspot di Batanghari.
Hal itu berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batanghari.
Sekretaris BPBD Kabupaten Batanghari, Syamral Lubis mengatakan meski beberapa hari belakangan, Kabupaten Batanghari diguyur hujan hingga menyebabkan jumlah titik hotspot mengalami penurunan.
Namun BPBD Kabupaten Batanghari belum akan mencabut status siaga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Batanghari.
"Tetap berlaku sampai waktu yang diperintahkan status Siaga kebakaran hutan dan lahan. Bahwa dasar kita adalah prediksi BMKG yang mana musim kemarau sampai dengan bulan 11," ujarnya.
Baca juga: Musim Kemarau Pengaruhi Produktivitas Perkebunan di Batanghari
Baca juga: Spanduk Bacaleg Bertebaran di Batanghari Sebelum Masa Kampanye, Bawaslu Minta Parpol Tahan Diri
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa luasan lahan yang telah terbakar di Kabupaten Batanghari akibat kejadian karhutla sudah sebanyak 248,28 hektare dengan kecamatan terbanyak terbakar di Kecamatan Muara Bulian.
Syamral juga menghimbau kepada masyarakat dan juga perusahaan untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara dibakar.
Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News
Baca juga: Titin Sempat Tak Bisa Berkata Ketika Ada Orang Tidak Dikenal Melunasi Tagihan Rumah Sakit
Baca juga: Kapolda Beri Penghargaan ke SMSI yang Berperan Aktif Berikan Informasi Kamseltibcar Lalu Lintas
Baca juga: Malam Ini Senin 25 September 2023 Gempa Guncang Maluku Tenggara, Berikut Datanya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/karuttta.jpg)