Tafsir Mimpi
Arti Mimpi Memetik Buah Mangga Pertanda Baik soal Karir dan Peruntungan
Buah mangga yang manis dan matang bisa melambangkan hasil kerja keras seseorang yang akhirnya membuahkan hasil.
Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
TRIBUNJAMBI.COM - Dalam banyak budaya, termasuk di Indonesia, mimpi memiliki makna simbolik dan sering kali dianggap sebagai pertanda atau pesan dari alam bawah sadar.
Namun, perlu diingat bahwa interpretasi mimpi sangat subjektif dan bisa bervariasi tergantung pada konteks budaya, pengalaman pribadi, dan keyakinan individu.
Memetik buah mangga dalam mimpi dapat diinterpretasikan dengan beberapa cara:
Kesuksesan dan Kemakmuran: Buah mangga yang manis dan matang bisa melambangkan hasil kerja keras seseorang yang akhirnya membuahkan hasil. Ini mungkin pertanda bahwa Anda akan mendapatkan imbalan atau keberhasilan dari upaya yang telah Anda lakukan.
Keinginan dan Hasrat: Mengingat buah mangga sering kali dikaitkan dengan rasa yang manis dan memuaskan, memetiknya dalam mimpi mungkin menunjukkan bahwa Anda sedang mengejar keinginan atau tujuan tertentu dalam hidup Anda.
Pertumbuhan Pribadi: Proses memetik buah mungkin melambangkan fase pertumbuhan pribadi atau pencapaian. Mungkin Anda sedang dalam perjalanan menemukan diri Anda atau sedang melewati fase transformasi dalam hidup Anda.
Peluang: Melihat atau memetik buah mangga yang berlimpah bisa menandakan bahwa Anda akan diberikan banyak peluang dalam waktu dekat.
Mimpi Sebagai Petunjuk
Tidak semua mimpi yang dialami oleh seseorang bisa dijadikan sebagai petunjuk, sebab ada kemungkinan mimpi yang dialami bukan berasal dari petunjuk Allah, tapi karena bisikan setan.
Mimpi bisa juga disebabkan tersibukkannya seseorang memikirkan suatu objek tertentu hingga objek itu terbawa dalam mimpinya.
Dalam Islam, mimpi yang dapat dijadikan pijakan adalah mimpi yang betul-betul berasal dari petunjuk Allah.
Nabi Muhammad menjadikan dasar penetapannya pada sebuah mimpi yang dialami para sahabat.
Dalam menentukan pensyariatan adzan yang berdasarkan mimpi Abdullah bin Zaid dan Umar bin Khattab. Hal ini merupakan salah satu contoh dari mimpi yang merupakan petunjuk dari Allah.
Untuk membedakan antara mimpi yang benar-benar petunjuk dari Allah dengan mimpi yang berasal dari bisikan setan, salah satunya dengan menandai waktu terjadinya mimpi tersebut.
Jika mimpi terjadi dini hari atau saat waktu sahur, kemungkinan besar mimpi itu adalah mimpi yang benar dan dapat ditafsirkan.
Sedangkan mimpi yang dipandang merupakan bisikan dari setan adalah mimpi yang terjadi pada awal-awal malam atau saat petang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/ilustrasi-mangga-merah.jpg)