Pilpres 2024

Politisi Nasdem Sindir Partai Buruh yang Tak Dukung Anies Baswedan: Fokus Saja Cari Kursi Parlemen

Ahmad Sahroni, politisi Partai Nasdem sindir Partai Buruh yang tidak akan mendukung ke Anies Baswedan di Pilpres 2024 mendatang.

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Capture IG @aniesbaswedan
Ahmad Sahroni, politisi Partai Nasdem sindir Partai Buruh yang tidak akan mendukung ke Anies Baswedan di Pilpres 2024 mendatang. 

TRIBUNJAMBI.COM - Ahmad Sahroni, politisi Partai Nasdem sindir Partai Buruh yang tidak akan mendukung ke Anies Baswedan di Pilpres 2024 mendatang.

Bendahara Umum DPP Nasdem itu mengimbau kepada seluruh kader partai tersebut fokus menyongsong gelaran Pemilu 2024.

Sehingga nantinya bisa mendapatkan kursi di parlemen dengan memenuhi persyaratan ambang batas parlemen empat persen.

Sindiran itu disampaikannya dalam menanggapi keputusan Partai Buruh yang tak akan mendukung Anies Baswedan di Pilpres 2024.

"Partai Buruh konsen saja dengan proses ke depannya untuk dapetin kursi di parlemen. Itu kayanya lebih bagus daripada urusin Anies," kata Sahroni kepada wartawan, Kamis (14/9/2023).

Dia menyebutkan bahwa semua partai berhak menentukan dukungan kepada pasangan manapun dalam Pilpres 2024 nanti.

"Partai Buruh mendukung siapa aja itu haknya Partai Buruh, kita enggak akan maksa untuk dukung Anies," ujarnya.

Baca juga: Demokrat Provinsi Jambi Pastikan Baliho Anies Baswedan Sudah Tercabut Habis

Baca juga: 26 Bacaleg DPRD Provinsi Dari Partai Buruh TMS, Ini Penjelasan Ketua EXCO Provinsi Jambi

Baca juga: Kronologi Sniper Lumpuhkan Anggota KKB Saat Kontak Tembak di Papua Tengah, 1 Tewas

Dia mengimbau agar Partai Buruh untuk tak merecoki internal partai politik lain (parpol).

Hal ini menanggapi pernyataan Presiden Partai Buruh Said Iqbal yang tidak mendukung Anies karena ada sebuah pengkhianatan ke Partai Demokrat.

"Lah apa hubungannya dengan partai yang akhirnya mundur untuk tidak dukung Anies," kata Sahroni.

Partai Buruh mengeliminasi nama bakal calon presiden dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan, Anies Baswedan sebagai capres yang didukung.

Presiden Partai Buruh Said Iqbal menjelaskan dua alasan mengapa para serikat buruh, anggota hingga pengurus partai di 38 provinsi tidak memasukkan nama Anies Baswedan.

Alasan pertama, juru bicara Anies Baswedan, Sudirman Said disebut telah mengobok-obok elite di internal Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) terkait dukungan terhadap Anies.

Sejatinya, kata Said Iqbal, dukungan terhadap capres datang dari aspirasi buruh, bukan muncul dari serikat buruh. Apalagi dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga serikat buruh dijelaskan, buruh tidak berpolitik.

"Di partai itu disiplin, sebelum ada keputusan partai, setiap organisasi tidak boleh mengambil sikap. Karena itu sikap Sudirman Said yang mengobok-obok KSPI rupanya mempengaruhi negatif di internal KSPI dan FSPMI sebagai salah satu unsur Partai Buruh. Sehingga dieliminasi, ditarik dukungannya," ucap Said Iqbal saat jumpa pers di DPP Partai Buruh, Rabu (13/9/2023).

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved