Viral Mahasiswa Jambi Dikeroyok Puluhan Mahasiswa Lainnya, Ini Penjelasan Korban

Seorang mahasiswa Universitas Nurdin Hamza (UNH) Jambi menjadi korban pengeroyokan oleh puluhan mahasiswa di kampus UIN STS Jambi hingga viral

Penulis: Rifani Halim | Editor: Herupitra
Tribunjambi.com
Seorang mahasiswa di Jambi menjadi korban pengeroyokan mahasiswa lainnya. Korban melapor ke polisi 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Seorang mahasiswa di Jambi menjadi korban pengeroyokan oleh puluhan mahasiswa lainnya disalah satu kampus di Kota Jambi.

Peristiwa yang menimpa mahasiswa asal Sarolangun itu viral di sosial media, Minggu (10/9/2023) sore. 

Korban tersebut diketahui bernama Raja Ramadhani (22), ia mengalami luka lebam di bagian pelipis dan siku yang terluka akibat pengeroyokan tersebut. 

Raja mengaku, kedatangannya ke satu kampus di Kota Jambi saat itu untuk mengunjungi STAN Himpunan Mahasiswa Sarolangun (Himsar) karena dirinya juga tergabung dalam komunitas tersebut. 

"Kedatangan sayo mau berkunjung ke Stan Himsar, sambil mencari mahasiswa baru yang berasal dari Sarolangun untuk bergabung ke Himsar," kata Raja, Senin (11/9/2023). 

Baca juga: Mahasiswa Universitas Jambi Juara 1 Lomba National Business Plan di Mataram, Kalahkan 35 Universitas

Baca juga: Mahasiswa KKN UIN Jambi Sosialisasikan Pembuatan Kompos dari Jerami ke Petani Kecamatan Tembesi

Lanjutnya, saat tiba dikampus ternyata ada bentrok antara mahasiswa dengan mahasiswa lainnya.

Saat itu, dirinya melihat helm miliknya yang tergantung di sepeda motor miliknya diambil untuk dilempar oleh mahasiswa yang bentrok tersebut. 

Secara spontan dirinya mencoba menyelamatkan helmnya, namun sejumlah mahasiswa malah merangkul dengan keras dan mempertanyakan maksud kedatangan dirinya. 

"Dio nanyo ngapo kau kesini dan hendak mengajak duel. Dak lama kemudian yang lain mulai menyerbu melakukan pengeroyokan dipukul dibagian kepala, sayo injak puluhan orang sampai masuk semak," ujarnya. 

"Kami dipukul dibagian pelipis, terjatuh dan diinjak oleh mahasiswa yang menggunakan atribut organisasi eksternal kampus. Sayo dijadikan seperti maling dipukulin sampai diinjak," tambahanya. 

Dia menyebutkan, akibat kejadian tersebut sampai saat ini badannya mengalami luka-luka hingga tidak dapat beraktivitas. 

"Sayo di rumah tidak dapat beraktivitas karena pengeroyokan, masih sakit badan," sebutnya. 

Untuk itu, dirinya telah melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian agar para mahasiswa yang melakukan pengeroyokan dapat bertanggung jawab atas kejadian tersebut. 

"Sayo sudah melaporkan ini ke Polda Jambi, semoga pihak kepolisian dapat mengusut kejadian tersebut," tutupnya. 

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Kunci Jawaban PPKN Kelas 9 Halaman 44 Tentang Peraturan Perundang-Undangan Nasional

Baca juga: Hadiri Peringatan HUT ke-78 RRI, Ini Kenangan Gubernur Al Haris Sewaktu Bekerja di RRI Jambi 1992

Baca juga: KPU Usul Majukan Pendaftaran Capres dan Cawapres, Politisi Demokrat: Sangat Bijak

 

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved