Kisah Erik Pakai Celana Lapis 5, Pengemis Itu Ternyata Simpan Uang Rp50 Juta Saku Dalamnya

Ternyata celana itu digunakan Erik untuk menyembunyikan uang yang nilainya mencapai Rp50 juta. Hal itu diketahui setelah pihak Dinsos memandikan dan

Editor: Duanto AS
TribunnewsBogor.com/Rahmat Hidayat
Rumah Erik, pengemis yang mempunyai uang hingga Rp50 juta (kiri). Dinsos Kota Bogor mengevakuasi pengemis di Alun-Alun Kota Bogor, Kamis (kanan). 

TRIBUNJAMBI.COM - Ternyata, Erik, pengemis di Kota Bogor, Jawa Barat, membawa uang hingga Rp50 juta.

Uang itu disimpanya dalam celana yang berlapis lima.

Erik diamankan petugas Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bogor lantaran menganggu ibu-ibu di Alun-Alun Bogor.

Warga Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor itu ternyata tinggal di rumah dua lantai peninggalan orang tuanya.

Di sana, Erik yang penyandang disabilitas tunawicara itu tinggal bersama sang adik, Ester.

Rumah Erik berada di gang sempit kawasan Pintu Ledeng, Kecamatan Ciomas.

Bangunan itu hanya dicat sebagian, selebihnya dibiarkan begitu saja.

Ada juga sebagian tembok yang terkelupas.

Saat TribunnewsBogor.com menyambangi kediamannya, Erik tak bisa berkomunikasi.

Dia malah ketakutan, lantas memilih masuk ke kamar lalu merapikan uang-uang miliknya hasil mengemis.

Ester, adik Erik, mengatakan hanya tinggal berdua sejak ayah dan ibu mereka meninggal.

"Ya, di sini cuman tinggal berdua aja, semenjak ayah dan ibu meninggal, sama kakak-kakak saya yang menikah," ujarnya.

Di depan kamar Erik, tampak botol-botol air mineral berserakan.

Alas tempat tidur yang biasa dipakai Erik juga terlihat tak teratur.

"Kalau dia (Erik) memang tidurnya di bawah, saya sehari-harinya tidur di lantai atas," ujar Ester.

Ester mengungkapkan, dulunya, sang kakak rajin mandi, sehingga badannya bersih.

Namun, belakangan kakaknya itu jarang terlihat membersihkan diri.

"Dulu mah rajin mandi, sampai sikat gigi aja dikasih air panas. Tapi sekarang saya ngelihat jarang mandi," jelasnya.

Ester mengatakan, seorang diri merawat kakaknya yang penyandang disabilitas yang kadang mengamuk itu.

"Saya memang yang ngerawatnya, yang masakin saya dan ngasih makan juga."

"Kalau dia (Erik), kalau makan pengennya masakan saya saja, dikasih sama yang lain suka nggak dimakan," tandasnya.

Diamankan Petugas

Erik yang merupakan pengemis penyandang disabilitas diamankan petugas dinsos karena kerap membuat resah warga, terutama ibu-ibu.

"Pada saat melakukan penjangkauan rutin, kita mendapat aduan dari masyarakat terkait adanya orang atau laki-laki yang bisa dibilang di luar kewajaran. Informasinya di depan seorang ibu-ibu nunjukin kelaminnya," ujar Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Dody Wahyudin.

Saat mendapat laporan, pihak dinsos langsung menuju lokasi kejadian dan mengamankan Erik.

"Setelah kita perdalam, pengemis ini merupakan disabilitas mental, kita evakuasi langsung ke dinsos," terangnya.

Rp50 juta di Celana Lima Lapis

Saat dievakuasi, Erik dalam kondisi sangat kotor. Cara berpakaiannya pun lusuh.

"Kondisinya itu sangat kotor, tubuhnya kotor, dan pakai celana itu tidak karuan pakai lima rangkap," paparnya.

Ternyata celana itu digunakan Erik untuk menyembunyikan uang yang nilainya mencapai Rp50 juta.

Hal itu diketahui setelah pihak Dinsos memandikan dan mengganti celana yang dipakai Erik.

"Setelah kami mandikan dan celananya diganti, kami lihat itu uang dalam bentuk seperti ini (dipres dan diplastik).

Kita perdalam dan guntingin celananya dan kita dapatkan uang pecahan ratusan ribu. Itu total awalnya Rp30 juta, itu baru tiga lapis celananya, lalu kita guntingin lagi celananya.

Kita perkirakan, ini jika ditotal ada Rp50 juta lah," papar Dody.

Sementara itu, Ester, adik kandung Erik mengatakan, kakaknya itu memang setiap hari mengemis.

"Ya, memang setiap hari kerjaannya ngemis, ya jadi pengemis gitu," tandasnya (tribunnews.com/nanda/tribunnewsbogor.com/rahmat hidayat)

Baca juga: Kisah Angga Remaja Suku Anak Dalam yang Jadi Paskibra di Pelepat Kabupaten Bungo

Baca juga: Kisah Pengemudi Jalanan Baik Hati, Bantu Ambulans Jenazah Jambi-Sarolangun Meluncur Tanpa Lampu

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved