Kamis, 16 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Tafsir Mimpi

Arti Mimpi Menangis hingga Terbangun, Pertanda Kondisi Emosiona yang Terguncang

Arti mimpi menangis sampai terbangun dapat ditafsirkan secara berbeda-beda, tergantung dari konteks mimpi tersebut.

Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
istimewa
Ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM -Arti mimpi menangis sampai terbangun dapat ditafsirkan secara berbeda-beda, tergantung dari konteks mimpi tersebut.

Secara umum, mimpi menangis dapat menandakan bahwa si pemimpi sedang mengalami emosi yang kuat, baik itu emosi positif maupun negatif.

Berikut adalah beberapa arti mimpi menangis sampai terbangun menurut perspektif psikologi:

Mimpi menangis bahagia dapat menandakan bahwa si pemimpi sedang mengalami kebahagiaan dan kepuasan dalam kehidupan nyata.

Hal ini mungkin berkaitan dengan pencapaian yang baru saja diraih, hubungan yang harmonis, atau kabar baik yang diterima.
Mimpi menangis sedih dapat menandakan bahwa si pemimpi sedang mengalami kesedihan, kekecewaan, atau kemarahan.

Hal ini mungkin berkaitan dengan masalah yang sedang dihadapi, kehilangan orang yang dicintai, atau trauma masa lalu.
Mimpi menangis karena ketakutan dapat menandakan bahwa si pemimpi sedang merasa cemas atau khawatir. Hal ini mungkin berkaitan dengan sesuatu yang baru, perubahan yang akan terjadi, atau ancaman yang dirasakan.
Mimpi menangis karena sakit dapat menandakan bahwa si pemimpi sedang mengalami kondisi kesehatan yang buruk.

Hal ini mungkin berkaitan dengan masalah fisik atau mental yang sedang dihadapi.
Mimpi menangis karena tidak bisa mengungkapkan perasaan dapat menandakan bahwa si pemimpi sedang merasa tertekan atau tidak nyaman. Hal ini mungkin berkaitan dengan emosi yang tersimpan dalam diri dan sulit untuk diungkapkan.

Mimpi Sebagai Petunjuk

Tidak semua mimpi yang dialami oleh seseorang bisa dijadikan sebagai petunjuk, sebab ada kemungkinan mimpi yang dialami bukan berasal dari petunjuk Allah, tapi karena bisikan setan.

Mimpi bisa juga disebabkan tersibukkannya seseorang memikirkan suatu objek tertentu hingga objek itu terbawa dalam mimpinya.

Dalam Islam, mimpi yang dapat dijadikan pijakan adalah mimpi yang betul-betul berasal dari petunjuk Allah.  

Nabi Muhammad menjadikan dasar penetapannya pada sebuah mimpi yang dialami para sahabat. 

Dalam menentukan pensyariatan adzan yang berdasarkan mimpi Abdullah bin Zaid dan Umar bin Khattab. Hal ini merupakan salah satu contoh dari mimpi yang merupakan petunjuk dari Allah.

Untuk membedakan antara mimpi yang benar-benar petunjuk dari Allah dengan mimpi yang berasal dari bisikan setan, salah satunya dengan menandai waktu terjadinya mimpi tersebut. 

Jika mimpi terjadi dini hari atau saat waktu sahur, kemungkinan besar mimpi itu adalah mimpi yang benar dan dapat ditafsirkan. 
Sedangkan mimpi yang dipandang merupakan bisikan dari setan adalah mimpi yang terjadi pada awal-awal malam atau saat petang. 

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved