Minggu, 26 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Polusi Udara

Hujan Buatan Akan Menguyur Jakarta Hari Ini dan Besok, 100 Personil Diterjunkan

Hari ini dan besok direncanakan hujan buatan akan menguyur Kota Jakarta.

Editor: Herupitra
FOTO: RICHARDO DE MELO
Ilustrasi Hujan buatan 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Hari ini dan besok direncanakan hujan buatan akan menguyur Kota Jakarta.

Ini dilakukan untuk menangani pencemaran udara di Jabodetabek.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya, Senin (21/8/2023)

Mengutip Tribunnews.com, Siti Nurbaya berujar akan ada hujan Hubuatan hari ini, Senin (21/8/2023) dan besok, Selasa (22/8/2023) untuk menangani polusi udara.

Siti mengatakan, pihaknya telah mendorong Satgas Pengendalian Polusi Udara untuk membuat hujan lokal buatan dalam menangani pencemaran udara di Jabodetabek.

"Kita sudah minta hari ini dan besok sudah ada hujan buatan, untuk sedikit membersihkan," kata Siti saat ditemui di kantor KLHK, Jakarta, Senin (21/8/2023).

Baca juga: BMKG Jambi Rekomendasikan Hujan Buatan Dilakukan Akhir Agustus 2023

Baca juga: Waspada Karhutla Saat Musim Kemarau, Pemprov Jambi Bakal Buat Hujan Buatan

Siti menjelaskan, secara geomorfologi wilayah Jakarta berbentuk kipas aluvial, dimana dikelilingi perbukitan di kota satelitnya.

Ia berujar secara teori saat ada polusi yang datang dari bawah ke atas tidak mudah hilang karena terhambat oleh tekanan angin dari perbukitan.

Hambatan itu menyebabkan hujan tidak jatuh di kota, melainkan jauh ke laut.

"Kadang-kadang karena hambatan itu hujannya nggak nyampe ke Jakartanya. Tapi jatuh ke laut. Sehingga kota-kota seperti ini, menjadi tidak mudah," katanya.

Kondisi Jakarta yang juga dikelilingi gedung-gedung tinggi dan tidak beraturan atau disebut street canyon, membuat sirkulasi udara terganggu.

Sehingga membuat udara susah dibersihkan atau untuk bergerak rapi.

Oleh sebab itu hujan lokal buatan akan diciptakan untuk membersihkan udara Jakarta dari polusi.

Selanjutnya kondisi ini akan dievaluasi mingguan.

"Nanti kita lihat lagi tanggal 28 Agustus (kualitas udaranya). Nanti dilihat lagi tanggal 2 dan tanggal 4. Nanti kita rapikan," ujarnya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved