Pengantin Wanita Batalkan Pernikahan
Wanita yang Batalkan Pernikahan di H-2 Kenal Pria dari Teman, Tak Sesuai Ekspektasi: Sebar Hoaks
Penyebab pengantin wanita di Medan, Sumatera Utara membatalkan pernikahannya lantaran tidak sesuai ekspektasi dengan pengantin pria, kerap berbohong
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
TRIBUNJAMBI.COM - Penyebab pengantin wanita di Medan, Sumatera Utara membatalkan pernikahannya lantaran tidak sesuai ekspektasi dengan pengantin pria.
Awalnya dia berharap bahwa laki-laki yang akan menjadi suaminya itu akan mengemban tanggung jawab.
Namun kenyataan yang didapatkan Roza Namira, mempelai wanita itu tidak sesuai harapan.
Dia menyebutkan bahwa sosok mempelai pria itu tidak bertanggungjawab termasuk untuk diri sendiri.
Sehingga dia memertanyakan bagaimana nantinya si pria itu akan bertanggungjawab untuk keluarga kecil yang akan dibangun itu.
Belum lagi kata Roza Namira bahwa pengantin wanita itu berbohong dalam berbagai hal termasuk dalam hal pekerjaan.
Sehingga dia memutuskan untuk membatalkan pernikahannya itu.
Baca juga: Viral, Batalkan Pernikahan H-2, Pria Tak Bayar Hantaran dan Malah Sebar Berita Si Wanita Meninggal
Baca juga: Daftar Harta Kekayaan Ismail Thomas, Anggota DPR RI Jadi Tersangka Korupsi, Palsukan Izin Tambang
Baca juga: Presiden Jokowi Ungkap Kesedihannya Kala Dikatakan Bodoh, Tolol, Plonga-plongo dan Firaun
Tempat yang sebelumnya disewa untuk acara pernikahan itu kemudian diisi dengan acara yang berbeda.
Dilansir dari Youtube Tribun Medan TV, Rabu (16/7/2023), Roza Namira awalnya menceritakan mula perkenalannya dengan sang pengantin pria.
Dia menyebutkan bahwa dirinya mengel sang pria pada tahun 2021 silam melalui pacar temannya.
Namun perkenalan keduanya tidak sesuai ekspeksi. Sebab sebelumnya dia meyakini jika perkenalan melalui teman itu terpercaya.
"Banyak bohongnya, soal pekerjaan, kalau aku urutin terlalu banyak lah," kata Roza dilansir dari
Dia mengungkapkan bahwa calon pengantin wanita itu sempat menjalin hubungan asmara selama dua tahun.
Namun Roza mengakui bahwa dirinya juga merasa bersalah karena tidak melibatkan orang tua dan ingin mandiri dalam melaksanakan pernikahannya.
Pada pertemuan kedua keluarga di November 2022, Roza menyebutkan permintaannya kepada sang mantan.
Permintaannya itu yakni uang tunai Rp 100 juta dan perlengkapan kamar satu set serta berlian yang berkisar Rp 10 juta.
"Dia nego terakhir Rp 80 juta untuk nominal uangnya," ujarnya.
Baca juga: Cerita Wanita Bule saat Lakukan Pesta Pernikahan di Indonesia
"Maharnya akhirnya diganti ke Rp 273.000, itu aku nggak masalah, yang penting itu pakai duit pribadi," ungkapnya.
Satu minggu sebelum lamaran, pengantin pria mengirim uang senilai Rp 15 juta.
Namun dalam perjalannya berbagai permasalahan muncul diantara kedua pasangan tersebut.
Sehingga Roza membatalkan pernikahan tersebut.
Namun yang terjadi bahwa pengantin pria tersebut memberikan kabar mengejutkan dalam grup WhatApss.
Kabar bohong atau hoaks yang dibagikan itu bahwa Roza Namira meninggal dunia dan minta maaf.
"Malah dia minta maaf setelah bikin broadcast kalau aku dibilang meninggal," ungkapnya.
Kabar yang disebarkan pengantin pria itu setelah Roza Namira membatalkan pernikahan tersebut.
"Tapi itu after batal, mungkin dia menutupi aibnya dengan bilang aku meninggal," ujarnya.
Dia menyebutkan bahwa Roza membatalkan pernikahan pada tanggal 21 Juli 2023. Kemudian malamnya pengantin pria mengabarkan si pengantin wanita meninggal.
"Menyebarkan berita kalau aku itu kecelakaan dan koma, dirawat di RS Colombia Medan," sebutnya.
Saat itu dia mencari bukti, namun kabar tersebut datang sendiri.
Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News
Baca juga: Kamaruddin Tersangka, Rina Wauli Istri ANS Kosasih Curhat: Yang Jahat Suami Saya
Baca juga: Hari ini Kualitas Udara di Jambi Dalam Kategori Sedang
Baca juga: Kasus TPPU Panji Gumilang Naik Penyidikan, Bareskrim Temukan Bukti yang Cukup
Baca juga: Lady Nayoan Merasa Lebih Tenang Pasca Rujuk dengan Rendy Kjaernett, Terima Permohonan Maaf Suami
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.