Rocky Gerung Dilaporkan
2 Hal yang Harus Dipertimbangkan Presiden Jokowi Jika Hendak Laporkan Rocky Gerung
Presiden Jokowi disebut harus mempertimbangkan dua hal jika ingin melaporkan Rocky Gerung terkait dugaan penghinaan terhadap dirinya.
TRIBUNJAMBI.COM - Presiden Jokowi disebut harus mempertimbangkan dua hal jika ingin melaporkan Rocky Gerung terkait dugaan penghinaan terhadap dirinya.
Pertimbangan tersebut disampaikan Dosen Filsafat Hukum Universitas Surakarta, Al Ghozali Hide Wulakada.
Dia mengatakan presiden harus membaca dampak jika dirinya melaporkan pengamat politik itu.
Seperti diketahui bahwa Presiden Jokowi saat ini memilih tak menghiraukan tindakan Rocky Gerung meski dianggap sejumlah kalangan telah menghina.
Namun, sayap Relawan Jokowi hingga sejumlah pihak di Istana seolah memasang badan untuk menggertak Rocky Gerung.
Rocky Gerung dilaporkan oleh para relawan hingga partai yang menaungi Presiden Jokowi yakni PDI Perjuangan atas dugaan penghinaan dan menyebarkan berita bohong atau hoaks.
Ghozali mengatakan, bakal ada kemungkinan semakin kacaunya situasi politik jika Presiden Jokowi melaporkan Rocky Gerung.
"Pak Joko Widodo sebagai tokoh utama yang memberikan contoh law enforcement atau penegakan hukum."
"Pak Jokowi harus berpikir dua kali apakah dengan mengadu itu akan mengakhiri kegaduhan politik atau justru menambah kegaduhan politik," ujar Ghozali dalam program Kacamata Hukum Tribunnews, Senin (7/8/2023).
Baca juga: Ini Alasan Bareskrim Polri Ambil Alih Semua Pelaporan Rocky Gerung Soal Dugaan Hina Jokowi
Baca juga: Siapa Cawapres Prabowo Subianto di Pilpres 2024? Erick Thohir Dinilai Paling Pas: Kerja Nyata
Baca juga: Fantastis, Peretas Hp Kapolda Jateng dengan Sebar APK Raup Rp 1,5 Miliar Sebulan, Punya Rumah Mewah
Ghozali menilai, jika langkah tegas itu diambil tak menutup kemungkinan justru hanya akan menimbulkan 'noda' bagi Jokowi di akhir-akhir masa jabatannya.
"Dan sisa-sia tahun jabatannya ini apakah akan memberikan keuntungan pada Joko Widodo atau justru tidak memberikan keuntungan, kan beliau mau habis itu, kecuali dia mau investasi lagi 5 tahun boleh saja itu cari gara-gara," ujarnya.
Hal kedua yang harus dipertimbangkan Jokowi, kata Ghozali, adalah soal pembuktian di pengadilan.
Jokowi akan membutuhkan bukti dan penjelasan yang rigid untuk mematahkan tudingan Rocky Gerung, yang menurutnya tak mudah.
"Dia harus mempertimbangkan fakta dan juga bukti bahwa hantaran perkataan Rocky sebelum ‘Bajingan’ itu adalah tidak benar."
"Kan berarti itu harus dipertimbangkan secara detail dan rigid, bisa nggak itu kira-kira Pak Jokowi."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/20230801-Presiden-Jokowi-dan-Rocky-Gerung3.jpg)