Kamis, 14 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Wali Murid Ketapel Guru

Wali Murid Ketapel Guru, Keluarga Minta Maaf dan Beri Klarifikasi

Anak pelaku penganiayaan guru menggunakan ketapel mengaku jika sang ayah tidak berniat untuk melukai sang guru

Tayang:
Editor: Herupitra
Kolase Tribunjambi.com
Wali murid yang ketapel guru akhirnya menyerahkan diri 

TRIBUNJAMBI.COM - Anak pelaku penganiayaan guru menggunakan ketapel hingga mata guru SMAN 7 Rejang Lebong cacat permanen, mengaku jika sang ayah tidak berniat untuk melukai sang guru.

Keluarga pelaku meminta maaf yang sebesarnya kepada guru yang menjadi korban ketapel wali murid.

Berikut klarifikasi yang disampaikannya melalui akun @reniianggrainiii.

"Sepertinya sudah saatnya kami speak up tentang kejadian yang sedang viral ini (Guru di Rejang Lebong dianiaya wali murid).

Perkenalkan saya anak kandung dari pelaku dan kakak kandung dari siswa yang sedang masyarakat hina saat ini.

Baca juga: BREAKING NEWS, Wali Murid Ketapel Guru Akhirnya Menyerahkan Diri, Diantar Keluarga ke Mapolres

Baca juga: Menghilang Selama 5 Hari, Begini Detik-detik Wali Murid yang Ketapel Guru Menyerahkan Diri

Di sini saya tidak meminta pembelaaan apapun dari masyarakat Indonesia karena saya tahu apa yang ayah saya lakukan adalah hal yang salah dan fatal hingga mengakibatkan oknum guru tersebut mengalami cacat permanent.

Saya mewakili ayah saya mewakili keluarga besar memintaa maaf sebesar-besarnya kepada oknum guru tersebut dan seluuruh guru yang mengajar di SMA N 7 Rejang Lebong dan semua masyarakat Indonesia

Di sini saya hanya meluruskan berita yang sudah sangat simpang siur ini, karena sekarang semua masyarakat sudah sangat sentimen kepada keluarga saya.

Saya akan menceritakan kejadian yang sebenar-benarnya yang diceritakan adik saya dan bisa dibuktikan karena ada saksi kunci, sekali lagi saya tidak meminta pembelaan dari masyarakat saya hanya igin masyarakat tau berita yang beredar itu banyak sekali yang tidak sesuai dengan fakta.

Jadi ceritanya ketika adik saya datang ke sekolah mereka sudah terlambat dan tidak bisa lagi mengikuti pelajaran dan adik saya bersama teman-temannya kurang lebih 8 orang memutuskan untuk menunggu di kantin sekolah.

Dan saat selesai makan di kantin sekolah adik saya duduk bersama salah satu temannya yang merokok (kebetulan saat itu adik saya sedang tidak merokok) pada saat adik saya dan temannnya masih menunggu dikantin saat itulah salah satu oknum guru tersebut datang dan memarahi mereka lalu menendang teman adik saya yang tepat duduk disebelahnya yang dimana posisi mereka masih duduk saat itu dan ketika adik saya menoleh oknum guru tersebut langsung menendang wajah adik saya.

Adik saya bilang kalau beberapa detik setelah ditendang itu penglihatannya buram dan dia memutuskan untuk masuk kekelas karena pada saat itu sudah masuk jam istirahat.

Dia duduk disudut kelas meredamkan rasa sakit diwajahnya setelah ditendang, setelah kurang lebih 30 menit adik saya memutuskan untuk mengadu kepada ayah saya yang sedang berada di kebun, adik saya membangunkan ayah saya yang masih tidur dan mengadu kalau wajahnya ditendang oleh salah satu gurunya dan tanpa berpikir panjang ayah saya langsung mendatangi sekolah dengan membawa ketapel dan sajam

Ketika ayah saya sampai disekolah dia bilang kepada satpam bahwa adik saya dipukul lalu satpam sempat menahan ayah saya untuk masuk tapi ayah saya mengeluarkan sajam lalu karena takut satpam tersebut membukakakan pagar sekolah

Dan ayah saya langung menerobos masuk ke sekolah dan langung menuju ke oknum guru yang sudah menendang wajah adik saya. Lalu ayah saya mengeluarkan ketapel dan langsung mengarahkan ketapel ke oknum guru tersebut," tulis akun @reniianggrainiii, Sabtu (5/8/2023).

Diketahui wali murid yang ketapel guru tersebut telah menyerahkan diri ke polisi.

Wali murid berinisial AJ itu datang ke Mapolres Rejang Lebong, pada Sabtu (5/8/2023) malam, diantar oleh keluar besarnya.

Saat ini dirinya masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik, sementara itu korban penganiyaan yakni Guru Zaharman juga masih menjalani perawatan di rumah sakit.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunbengkulu.com dengan judul Anak Pelaku yang Aniaya Guru di Rejang Lebong Sebut sang Ayah Khilaf dan Bantah Sang Adik Merokok,

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Keluarga Wali Murid Ketapel Guru Minta Polisi Jamin Keselamatan Pelaku

Baca juga: Mata Guru Diketapel Wali Murid, Alami Cacat Permanen dan Terancam Buta

Baca juga: Tak Terima Anaknya Ditegur Guru saat Merokok, Wali Murid di Bengkulu Ketapel Mata Guru SMA

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved