Politik
Tidak Dukung Anies, Golkar Memiliki Pilihan Sempit Prabowo atau Ganjar
Airlangga menegaskan partainya tidak mungkin mengusung Anies Baswedan di Pilpres 2024. Partainya sedang menyusun langkah dalam menentukan arah politik
TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto membenarkan pernyataan Jusuf Kalla yang menyebut partainya memiliki pilihan yang sempit di Pilpres 2024 yakni hanya mendukung Prabowo Subianto atau Ganjar Pranowo saja.
Hal disampaikan Airlangga usai rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (2/8).
"Itu sangat benar (Hanya Prabowo atau Ganjar)," katanya.
Airlangga juga menegaskan bahwa partainya tidak mungkin mengusung Anies Baswedan di Pilpres 2024 nanti.
"Benar (tidak akan dukung Anies)," kata Airlangga.
Airlangga mengatakan partainya kini sedang menyusun langkah terakhir dalam menentukan arah politik pada 2024 mendatang. Namun Airlangga tidak menjelaskan lebih jauh mengenai langkah terakhir tersebut.
"Langkah chapter terakhir. Sekarang udah masuk chapter terakhir. Makasih," katanya.
Sebelumnya politikus senior yang juga merupakan Mantan Ketua Umum Partai Golkar, Jusuf Kalla (JK) mengatakan Golkar memiliki pilihan yang sempit di Pilpres 2024 mendatang. Golkar kata JK hanya memiliki pilihan mendukung Prabowo atau Ganjar di Pilpres mendatang.
"Golkar, ya, kalau yang punya suara untuk juga menentukan itu kan termasuk DPD. Karena saya kira sempit, hanya antara Pak Ganjar dengan Pak Prabowo," ujar JK di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (31/7).
Sementara itu Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto angkat bicara mengenai adanya dorongan dari pengurus Provinsi (DPD 1) agar partainya mendukung Prabowo Subianto pada Pilpres 2024 mendatang.
Airlangga mengatakan dorongan untuk mendukung salah satu bakal calon presiden selalu ada menjelang kontestasi Pilpres.
"Ya tentu unsur dorongan-dorongan kan selalu ada," kata Airlangga usai rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (31/7).
Namun menurutnya keputusan dalam menentukan arah dukungan Pilpres harus dibahas terlebih dahulu. Sekarang ini tim teknis partai Golkar sedang bekerja untuk mengkaji arah partai Golkar di Pilpres 2024.
"Tapi tentu ada tim yang sedang bekerja," katanya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.