Kartu Simpangbara Mobile Diluncurkan, Karyadi Tegaskan Uang Iuran Tak Dibebankan ke Sopir Truk Bara

Karyadi berharap transportir dan perusahaan tambang bisa terus mensosialisasikan kepada sopir truk batubara agar tidak terjadi salah persepsi

|
Penulis: A Musawira | Editor: Rahimin
istimewa via Tribun Batam
Ilustrasi tambang batubara. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sistem kartu Simpangbara Mobile yang dikeluarkan Asosiasi Transportir Batu Bara Jambi (ATJ) masih terus disosialisasikan.

Ketua Umum ATJ Karyadi mengatakan, pihaknya terus melakukan sosialisasi agar betul-betul dipahamai sopir truk batubara.

Menurutnya, sopir truk batubara ada yang menilai kalau iuran sebesar Rp 50 ribu per trip itu dibebankan ke mereka.

"Wajarlah kalau masih ada sopir truk batubara yang protes. Artinya masih ada sopir angkutang batubara yang belum paham," katanya, Senin (1/8/2023).

Ia berharap transportir dan perusahaan tambang bisa terus mensosialisasikan kepada sopir truk batubara agar tidak terjadi salah persepsi.

Karyadi menjelaskan, uang Rp 50 ribu per trip bukan dipungut dari sopir angkutan batubara. Namun, uang tersebut berasal dari pemilik batu dan pemilik tambang atau kontraktor tambang 

Menurutnya, ini merupakan kesepakatan bersama dan ide ini muncul dari pemilik tambang, khususnya di Koto Boyo Kabupaten Batanghari.

Dikatakannya, dilihat dari lokasi pengisian, harga sudah naik sebesar Rp 5 ribu.

"Supaya dipahami semua, asosiasi tidak memungut biaya dari sopir, tapi sopir malah diuntungkan. Kita tegaskan, uang tersebut bukan dari sopir, jadi biar tidak ada salah persepsi," ujarnya. 

Karyadi bilang, kartu Simpangbara Mobile ini merupakan produk ATJ yang diyakini menjadi solusi untuk semua.

Dengan sistem ini maka semua pihak tidak akan dirugikan. Ada perbaikan jalan, masyarakat bisa menikmati, hingga mendatangkan PAD untuk daerah.

Karyadi sendiri mengakui, banyak sopir angkutan batubara belum memahami kartu Simpangbara Mobile ini.

"Ini karena ada iuran sebesar Rp 5 ribu per ton. Jadi, para sopir ini bertanya-tanya," ujarnya.

"Iuran itu diambil sopir dari pemilik tambang. Teknisnya saja sopir yang mengisi deposit di kartu Simpangbara Mobile itu," sambungnya.

Dijelaskan Karyadi, banyak manfaat dari kartu Simpangbara Mobile in, yakni memantau keberadaan armada serta mengetahui trafik kendaraan. Mengetahui situasi jalan, cuaca dan jumlah armada yang berada di jalan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved