Berita Kota Jambi

Aktivitas Pengemis Masih Marak di Kota Jambi, Warga Sebut Cukup Mengganggu

Aktivitas kegiatan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) di kawasan Kota Jambi masih kerap terjadi, kawasan keramaian dan persimpangan lampu

Tribunjambi.com/Abdullah Usman
Aktivitas kegiatan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) di kawasan Kota Jambi masih kerap terjadi, kawasan keramaian dan persimpangan lampu merah menjadi lokasi paling strategis. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Aktivitas kegiatan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) di kawasan Kota Jambi masih kerap terjadi, kawasan keramaian dan persimpangan lampu merah menjadi lokasi paling strategis.

Kegiatan meminta minta, berjualan, maupun kegiatan lainnya yang berlangsung di tempat umum seperti persimpangan lalu lintas di kawasan kota masih sangat mudah dijumpai.

Sesuai perda No.47 tahun 2022 dan Perwal No.29 tahun 2016 dan surat edaran Menteri Sosial No.02 tahun 2023.

Terkait larangan mengemis, mengamen, berjualan, badut, meminta minta di jalan raya.

Dimana aktivitas tersebut dilarang.

Pantauan Tribunjambi.com, Selasa (1/8/2023) di kawasan simpang Pulai Kota Jambi, pada pagi hari masih didapati aktivitas meminta minta yang dilakukan oleh segelintir orang dengan berbagai trik dan modusnya.

Mulai dari meminta secara langsung perorangan menggunakan kantong, dengan raut yang penuh kesedihan ada pula yang dilakukan dua orang dengan modus kekurangan yang dimiliki (tuna netra).

Fauzi (45) warga Kebun Jeruk menuturkan, kondisi seperti ini bukan hal baru dan sudah terjadi sejak lama.

Sudah seperti budaya bagi mereka yang ingin mencari penghasilan dari mengharap simpati orang.

"Dari 2010 sayo di sini sudah ado gepeng di simpang tu, mulai dari berbagai bentuk dan modus. Bahkan mereka mungkin sudah lintas generasi," ujarnya.

Tidak hanya di kawasan persimpangan simpang pulai saja, aktivitas serupa cukup banyak terjadi sepanjangan jalan Soemantri Brojo Negoro Kebun Jeruk Kota Jambi ini.

"Kalo malam kan cukup hidup jalan di sini, mulai dari simpang pulai sampai tugu juang. Aktivitas gepeng pun semakin beragam modusnya, mulai dari meminta, manusia badut, hingga dari kalangan SAD pun ada," tuturnya.

Meski keberadaan mereka tidak terlalu merugikan, namun cukup mengganggu.

Terutama bagi pengguna jalan ketika mereka melakukan aksi di lampu merah.

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Virgoun Serang Balik, Laporkan Inara Rusli Soal Dugaan Akses Ilegal dan Penyebaran Data Pribadi

Baca juga: Pilihan AS Roma Tersisa pada Morata saat Inter Milan Kembali Menyalip Dapatkan Scamacca

Baca juga: Anggota DPRD Kota Jambi Syofni Herawati akan Ajukan Horor Guru Ngaji Dinaikan

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved