Budiman Temui Prabowo Subianto

Aktivis 98 Trauma Masa di Bawah Kekuasaan Militer: Ditangkap Bagian dari Hidup, Tanpa Pengadilan

Savic Ali, Aktivis 98 mengungkapkan bahwa masih memiliki trauma dibawah kekuasaan militer dan otoritarian.

|
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Capture YT Kompas TV /Kolase Tribun Jambi
Savic Ali, Aktivis 98 mengungkapkan bahwa masih memiliki trauma dibawah kekuasaan militer dan otoritarian. 

Namun berbanding terbalik saat Aktivis 98 menurunkan rezim Soeharto.

Massa saat itu tidak mengetahui kapan ditangkap dan parahnya lagi dihukum tanpa proses pengadilan.

"Kita tahu ada orang ditangkap polisi kan kita pasti prihatin semua dan mengecam semua. Dulu (ditangkap) itu sehari-hari, ibaratnya hampir tiap bulan ada yang begituan dan banyak yang tanpa pengadilan gitu," ungkapnya.

"Kalau sekarang orang ditangkap polisi kita masih bisa cek di kantor polisi yang mana ini. Dulu kita nggak tahu Orang tangkap polisi itu dibawa ke mana kita enggak tahu, baru setelah beberapa hari baru tahu," ungkapnya.

Bahkan dia menyebutkan bahwa penangkapan itu pada saat memperjuangkan reformasi sudah menjadi bagian hidup.

Sehingga hal itu masih membekas dan menjadi trauma bagi mereka yang mengalaminya.

"Dulu (ditangkap) itu bagian hidup dan kita mungkin punya trauma itu," tandasnya.

Savic Ali Pertanyakan Nalar Pergerakan Budjiman Sudjatmiko

Savic Ali, aktivis 98 pertanyakan nalar pergerakan Budiman Sudjatmiko yang memuji Prabowo Subianto.

Seperti diketahui bahwa Budiman menemui Ketua Umum Partai Gerindra itu
di kediamannya.

Dalam pertemuan tersebut mantan aktivis yang menurunkan Soeharto itu memuji Prabowo.

Sementara keduanya pernah berhadapan saat Prabowo Subianto aktif sebagai prajurit TNI dan Budiman Sudjatmiko dan lainnya sebagai mahasiswa yang menggelar aksi.

Awalnya Savic Ali menyebutkan bahwa dia tidak merasa sinis atas adanya pertemuan tersebut.

Sebab menurutnya bahwa dalam politik maka setiap orang dapat bertindak apa saja.

Dia juga menyebutkan bahwa Budiman Sudjatmiko meruapakan seroang yang follow interest.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved