Suhu Panas

PBB Sebut Era Pemanasan Global Telah Berakhir, Kini Tiba Era Pendidihan Global

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Uni Eropa (UE), telah memantau suhu dunia.

Editor: Herupitra
THE CANADIAN PRESS/Jeff McIntosh via AP
Badan cuaca Kanada memprediksi gelombang panas bakal menghantam dengan mulai ada kabar suhu yang semakin tinggi. Orang-orang mencoba mengalahkan panas dengan berendam di pantai Chestermere, Alta, pada Selasa, 29 Juni 2021. 

TRIBUNJAMBI.COM - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Uni Eropa (UE), telah memantau suhu dunia.

PBB menetapkan Juli tahun ini menjadi bulan terpanas yang pernah tercatat dalam sejarah dunia.

Bahkan mereka menyebutkan, suhu panas pada Juli 2023 ini kemungkinan belum pernah terjadi sebelumnya selama ribuan tahun.

PBB memperingatkan kemungkinan iklim dunia yang lebih buruk di masa depan.

Menukil AFP, panas yang diintensifkan oleh pemanasan global telah membakar sebagian Eropa, Asia, dan Amerika Utara bulan ini.

Hal ini juga dikombinasikan dengan kebakaran hutan yang menghanguskan Kanada dan sebagian Eropa selatan.

Baca juga: Polresta Jambi Gerebek Tempat Nyabu di Pulau Pandan, 9 Ditangkap 4 Terjun ke Sungai

"Era pemanasan global telah berakhir, era pendidihan global telah tiba," kata Sekjen PBB Antonio Guterres kepada wartawan di New York.

Organisasi Meteorologi Dunia atau WMO dan Layanan Perubahan Iklim Copernicus (C3S) Eropa mengatakan Juli 2023 akan menjadi bulan terpanas sejak tahun 1940-an.

Tiga minggu pertama bulan Juli telah mencatat suhu rata-rata global di atas periode komparatif apa pun.

Carlo Buontempo, Direktur C3S, mengatakan suhu pada periode tersebut "luar biasa".

Dengan anomali yang begitu besar, para ilmuwan yakin rekor tersebut telah dipecahkan bahkan sebelum bulan berakhir.

Di luar catatan resmi ini, dia mengatakan data proksi untuk iklim lebih jauh, seperti pada ukuran lingkaran pohon, atau inti es menunjukkan suhu yang terlihat pada periode tersebut.

"Belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah kita dalam beberapa ribu tahun terakhir. katanya. Bahkan mungkin lebih lama "di urutan 100.000 tahun"," katanya.

Ungkapnya, sekitar 1,2 derajat Celcius pemanasan global sejak akhir 1800-an, didorong oleh pembakaran bahan bakar fosil, telah membuat gelombang panas menjadi lebih panas, lebih lama, dan lebih sering, serta mengintensifkan cuaca ekstrem lainnya seperti badai dan banjir.(*)


Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul,
PBB Menyebut Bulan Juli Ini Jadi Bulan Terpanas yang Pernah Tercatat Dalam Sejarah

Baca juga: Dua Helikopter Langsung Water Bombing, Satgas Karhutla Temukan Titik Api di Tebo dan Tanjabbar

Baca juga: Warga Aur Kenali, Telanaipura Tolak Pembangunan Stockpile, Surat Izin Perusahaan Justru Tahun 2015

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved