Selasa, 2 Juni 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Polisi Tembak Polisi

Densus 88 Pastikan Senpi Milik Bripka IG, Bripda Igatius Tewas di Tangan Bripda IMS: Sedang Mabuk

Densus 88 Antiteror Polri pastikan bahwa senjata api (senpi) yang membuat Bripda Ignatius Dwi Frisco Sirage meninggal dunia merupakan milik Bripkda IG

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Tribun Pontianak/ Kolase Tribun Jambi
Densus 88 Antiteror Polri pastikan bahwa senjata api (senpi) yang membuat Bripda Ignatius Dwi Frisco Sirage meninggal dunia merupakan milik Bripkda IG. 

TRIBUNJAMBI.COM - Densus 88 Antiteror Polri pastikan bahwa senjata api (senpi) yang membuat Bripda Ignatius Dwi Frisco Sirage meninggal dunia merupakan milik Bripkda IG.

Hal itu disampaikan dalam mengungkap peran Bripda IMS dan Bripka IG dalam kasus anggota Polri tertembak.

Saat ini keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Peran Bripda IMS yakni pelaku yang menembak Bripda Ignatius Dwi Frisco Sirage hingga mengenai bagian leher korban dan tewas.

Awalnya Bripda IMS yang dalam kondisi terpengaruh alkohol atau mabuk itu mengambil senpi dari dalam tas.

"Senjata meletus saat diambil IMS dari tas dan mengenai bagian leher Bripda Ignatius," kata Juru Bicara Densus 88 Antiteror Kombes Aswin Siregar kepada wartawan, Jumat (28/7/2023).

Sementara dari hasil penyidikan bahwa senpi yang dikeluarkan oleh Bripda IMS merupakan milik dari Bripka IG.

Hanya saja, Kombes Aswin Siregar menyebut Bripka IG saat kejadian itu terjadi tidak berada di lokasi.

Kendati demikian, Aswin menyebut penyidik tetap meminta pertanggungjawaban Bripka IG lantaran dinilai telah lalai menjaga senjata api miliknya.

Baca juga: Ternyata Bripda Igatius Sempat Video Call Keluarga dan Kekasih, 40 Menit Sebelum Tertembak

Baca juga: Kepala Basarnas Jadi Tersangka Kasus Suap, KPK Sebut Sudah Koordinasi dengan Puspom TNI: Patuh Hukum

Baca juga: Login Chat GPT- Cara Menggunakan Chat GPT Open AI di Microsoft Word, Selesaikan Tugas Jadi Mudah!

"IG sebagai pemilik senjata tidak berada di tempat waktu kejadian," tuturnya.

Aswin mengaku pihaknya masih mendalami alasan Bripda IMS hendak menunjukkan senjata api milik Bripka IG tersebut kepad Bripda Ignatius.

Sebelumnya, insiden tewasnya Bripda Ignatius terjadi di Rumah Susun (Rusun) Polri, Cikeas, Bogor, Jawa Barat pada Minggu (23/7/2023).

Ramadhan mengatakan insiden itu terjadi akibat adanya kelalaian yang diduga dilakukan keduanya.

"Pada hari Minggu dini hari tanggal 23 Juli 2023 pukul 01.40 WIB bertempat di Rusun Polri Cikeas, Gunung Putri, Bogor, telah terjadi peristiwa tindak pidana karena kelalaian mengakibatkan matinya orang yaitu atas nama Bripda IDF," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan kepada wartawan, Selasa (26/7/2023).

Ia mengklaim pihaknya sudah menangkap dua anggota Polri lainnya yakni Bripda IMS dan Bripka IG yang diduga pelaku dalam kasus ini.

"Terhadap tersangka yaitu Sdr. Bripda IMS dan Sdr. Bripka IG telah diamankan untuk dilakukan penyelidikan dan penyidikan terkait peristiwa tersebut," jelasnya.

"Yang pasti Polri tidak akan memberikan toleransi kepada oknum yang melanggar ketentuan atau perundangan yang berlaku," imbuhnya.

Diketahui jika ketiganya bertugas di satuan yang sama yakni anggota Densus 88 Antiteror Polri.

Juru bicara Densus 88, Kombes Aswin Siregar memastikan jika korban bukan ditembak melainkan tertembak senjata api dari dua tersangka.

"Tidak ada penembakan," kata Aswin saat dihubungi wartawan, Rabu (27/7/2023).

Aswin mengatakan Bripda Ignatius tertembak oleh salah satu rekannya saat mengeluarkan senjata api dari dalam tas.

Baca juga: Buntut Kepala Basarnas Jadi Tersangka Suap, KPK Agendakan Bertemu Panglima TNI, Bahas Apa?

Senjata api itu disebut milik Bripda IMS, Namun belum dijelaskan siapa yang mengambil senpi tersebut.

"Yang terjadi adalah kelalaian anggota pada saat mengeluarkan senjata dari tas kemudian meletus dan mengenai rekannya yang berada di depannya," ucapnya.

Hingga saat ini, Aswin mengatakan, pihaknya bersama Satreskrim Polres Bogor tengah mengusut kasus ini. Baik dari sisi pidana maupun etik dan disiplin.

"Permasalahannya sedang ditangani bersama oleh Densus dan Polres Bogor. Nanti penyidik Polres dan Densus akan mengupdate perkembangannya," tutur Aswin.

Sempat Video Call Keluarga dan Kekasih

Bripda Ignatius Dwi Frisco Sirage, anggota Polri yang tewas tertembak seniornya ternyata menelopon keluarga dan kekasih 40 menit sebelum meninggal.

Hal itu diketahui berdasarkan pengakuang sang ayah, Y Pandi.

Dia mengungkapkan sang anak tak hanya sempat melakukan video call dengan keluarga.

Namun Bripda Ignatius Dwi Frisco Sirage juga menelepon kekasihnya 40 menit sebelum tewas tertembak.

Y Pandi mengaku video call dengan Bripda Ignatius terjadi pada Sabtu (22/7/2023) pukul 20.00 WIB.

Setelahnya, video call itu berlanjut hingga pada kakak Bripda Ignatius dan kekasihnya yang berada di Pontianak.

Baca juga: Diisukan Bangkrut, Muzdalifah Tak Malu Jualan Online untuk Menyambung Hidup: yang Penting Cuan!

Sang ayah mengungkapkan bahwa video call Bripda Ignatius Dwi Frisco Sirage dengan keluarga kekasihnya berlangsung hingga Minggu (23/7/2023) dini hari.

"Kami ada komunikasi jam 8.00 WIB (malam). Kami masih video call. Sampai kepada kakaknya juga, pacarnya juga."

"Kami sampai jam 01.00 (dini hari). Ceweknya di Pontianak," ungkap Y Pandi saat ditemui di kediamannya di Desa Paal, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, Kamis (27/7/2023), dikutip dari TribunPontianak.com.

Merujuk pernyataan Karo Penmsa Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan, soal waktu kematian Bripda Ignatius, berarti video call korban dengan keluarga berakhir 40 menit sebelum tewas tertembak.

Diketahui, Bripda Ignatius Dwi Frisco Sirage tewas tertembak pada Minggu dini hari pukul 01.40 WIB, di Rusun Polri Cikeas, Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat.

"Pada hari Minggu dini hari tanggal 23 Juli 2023 pukul 01.40 WIB bertempat di Rusun Polri Cikeas, Gunung Putri, Bogor, telah terjadi peristiwa tindak pidana karena kelalaian mengakibatkan matinya orang, yaitu atas nama Bripda IDF," ungkap Ahmad Ramadhan di hadapan awak media, Selasa (25/7/2023).

Terkait penyebab tewasnya Bripda Ignatius, disebutkan akibat adanya pertengkaran dengan senior hingga terjadi insiden penembakan.

Namun, kabar itu dibantah langsung oleh Jubir Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Aswin Siregar.

Sebagai informasi, Bripda Ignatius bertugas sebagai anggota Densus 88.

"Tidak benar ada penembakan. Tidak ada (pertengkaran)," kat Aswin dalam keterangannya, Kamis, dilansir Wartakotalive.com.

Lebih lanjut, Aswin menjelaskan Bripda Ignatius tewas tertembak karena kelalaian seniornya yang sama-sama anggota Densus 88.

Aswin menuturkan, Bripda Ignatius tertembak saat seniornya mengeluarkan senjata api (senpi) dari dalam tas.

Nahas, senpi itu kemudian meletus dan mengenai Bripda Ignatius.

"Peristiwanya adalah kelalaian, pada saat mengeluarkan senjata dari tas, sehingga senjata meletus dan mengenai anggota lain di depannya," kata Aswin.

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Download Asian Drag Champion MOD APK , Versi Terbaru UANG UNLIMITED dan Motor Upgrade Auto Kencang

Baca juga: Semarak HUT RI ke-78, Pemkab Muaro Jambi Sebarkan 10 Ribu Bendera

Baca juga: Sinopsis Revenant Episode 11, Ibu San Yeong Jadi Sasaran Roh Jahat Selanjutnya

Baca juga: Diisukan Bangkrut, Muzdalifah Tak Malu Jualan Online untuk Menyambung Hidup: yang Penting Cuan!

Artikel ini diolah dari Tribunnews.com

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved