Terkendala Bahan Baku, Dua Pabrik Karet di Jambi Tutup

Sudah ada dua pabrik karet di Jambi tutup gegara kekurangan bahan baku. Banyak warga enggan memanen karet karena harganya yang rendah.

Penulis: A Musawira | Editor: Teguh Suprayitno
TRIBUNJAMBI/ZULKIFLI AZIS
Menteri Pertanian Republik Indonesia Syahrul Yasin Limpo berkunjung ke Jambi, Jumat (4/12/2020). Pak Menteri meninjau pabrik karet dan sawit di daerah Seberang Kota Jambi dan Muarojambi. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sudah ada dua pabrik karet di Jambi tutup gegara kekurangan bahan baku.

Kekurangan bahan baku ini disebabkan petani enggan untuk memanen karena harganya yang rendah, Rp 7.000 sampai Rp 8.000 per kilogram. 

Adapun dua pabrik karet yang tutup itu adalah PT Angkasa Raya Jambi dan PT Batanghari.

Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Jambi, Agusrizal mengatakan rendahnya harga ini membuat petani enggan untuk memanen.

Agusrizal bilang bahwa saat ini untuk lahan kebun karet masih ada namun kembali masyarakat yang tidak ingin panen, hal ini yang menyebabkan pabrik mengalami kekurangan bahan baku.

"Jadi karena kekurangan bahan baku, pabrik mengurangi karyawan dan tadi juga disampaikan bahwa ada 2 pabrik yang tutup dari 11 pabrik yang ada di Jambi," katanya pada Selasa (4/7/2023).

Pengurangan karyawan yang dilakukan oleh pabrik ada yang memang sudah pensiun dan ada masa yang tidak produktif lagi.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi saat ini sedang mencoba mencari jalan keluar terhadap pabrik yang saat ini terus melakukan pengurangan karyawan.

"Bagaimana bahan baku bisa tersedia," pungkasnya.

Baca juga: 144 Hektare Lahan Karet di Muara Bulian Beralih Menjadi Perkebunan Sawit

Baca juga: Fenomena Alih Profesi Petani Karet, Gubernur Jambi Al Haris: Sudah Hukum Alam

Baca juga: Kisah Hendry Dilema, Penyadap Karet di Jambi Dihantam Harga yang Tak Bersahabat Tiga Tahun

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved