Pilrpes 2024

Penjelasan Adian Napitupulu Soal Pilpres 2024 Hanya 2 Calon, Ganjar dan Prabowo, Lalu Nasib Anies?

Politikus PDI Perjuangan, Adian Napitupulu memprediksi bahwa Pilpres 2024 akan diikuti dua calon presiden.

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Ist/ Kolase Tribun Jambi
Politikus PDI Perjuangan, Adian Napitupulu memprediksi bahwa Pilpres 2024 akan diikuti dua calon presiden. 

TRIBUNJAMBI.COM - Politikus PDI Perjuangan, Adian Napitupulu memprediksi bahwa Pilpres 2024 akan diikuti dua calon presiden.

Kedua calon yang akan bertarung dalam pesta demokrasi lima tahunan itu yakni Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto.

Prabowo akan maju dari Partai Gerindra dengan Koalisi KKIR.

Kemudian Ganjar Pranowo akan maju dari PDI Perjuangan dan partai lainnya yang sudah menyatakan dukungan.

Dalam progam dua arah Kompas TV, Adian Napitupulu kembali menjelaskan Pilpres 2024 akan diikuti dua pasangan calon.

Pada kesempatan itu, aktivis 98 juga menjelaskan penyebab turunnya elektabilitas Anies Baswedan yang maju dari Koalisi Perubahan.

Awanya Adian Napitupulu menjelaskan bahwa dia bukan seorang peramal atau indogo.

Baca juga: Sorotan Media Asing Soal Kecondongan Jokowi ke Prabowo Subianto, Adian Tegas Sebut ke Ganjar Pranowo

Baca juga: Profil dan Biodata Brigjen Adi Vivid Bachtiar, Eks Ajudan Jokowi Terima Bintang Bhayangkara Nararya

Namun dia berbicara kemungkinan pada Pilpres 2024 berdasarkan angka yang dikeluarkan beberapa lembaga survei.

Seperti diketahui bahwa elektabilitas Anies Baswedan berada di urutan ketiga.

Dia berada dibawah Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo.

"Bukan suara Anies Baswedan akan tergerus habis, saya ini bukan peramal bukan Indigo," ujar Adian Napitupulu dilansir dari Youtube Kompas TV, Sabtu (1/7/2023).

"Kita ngelihat angka-angka kalau, kita bicara survei ya kita bicara trend," katanya.

Adian napitupulu mengungkapkan bahwa hasil survei elektabilitas calon khususnya Anies Baswedan selalu turun.

Turunnya elektabilitas calon dari Koalisi Perubahan itu menurut Adian bukan salahnya, bukan salah Presiden Jokowi.

Namun hal itu merupakan kesalahan dari calon ataupun partai yang ada dalam Koalisi Perubahan tersebut.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved