Khazanah Islami
Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah, Dianjurkan Dikerjakan Jelang Idul Adha
Seorang Muslim dianjurkan memperbanyak amal dan ibadah dengan memperbanyak puasa Sunnah seperti Tarwiyah hingga Arafah
Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
TRIBUNJAMBI.COM - Seorang Muslim dianjurkan memperbanyak amal dan ibadah di sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.
Diantaranya dengan memperbanyak puasa Sunnah seperti Tarwiyah hingga Arafah.
Puasa Tarwiyah dan puasa Arafah adalah dua jenis puasa sunnah yang dilakukan oleh umat Muslim menjelang hari raya Idul Adha
“Puasa hari Tarwiyah (8 Dzulhijjah) menghapus dosa setahun dan Puasa ‘Arafah (9 dzulhijjah) menghapus dosa dua tahun” (HR Ibnu Hibban dan Ibnu an-Najjar dari Ibnu Abbas).
“Puasa pada hari Arafah, aku berharap kepada Allah agar menghapuskan (dengannya) dosa-dosa pada tahun lalu dan tahun yang akan datang” HR. Muslim.
1. Puasa Tarwiyah
Puasa Tarwiyah dilakukan pada tanggal 8 Dzulhijjah, yaitu satu hari sebelum Hari Arafah.
Berikut adalah beberapa keutamaan puasa Tarwiyah:
- Mendapatkan Pahala Puasa Puasa
Tarwiyah termasuk dalam puasa sunnah, sehingga melaksanakannya akan mendapatkan pahala dari Allah SWT. Puasa merupakan ibadah yang bisa membantu meningkatkan ketakwaan dan mendekatkan diri kepada-Nya.
- Mengikuti Sunnah Rasulullah SAW Puasa Tarwiyah juga merupakan amalan yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW.
Beliau sendiri pernah melaksanakan puasa pada hari Tarwiyah sebagai persiapan menjelang hari raya Idul Adha.
Dengan melaksanakan puasa ini, kita dapat mengikuti jejak Rasulullah dan mendapatkan keberkahan.
- Membersihkan Diri dari Dosa
Melaksanakan puasa Tarwiyah juga dapat berfungsi sebagai upaya membersihkan diri dari dosa-dosa. Puasa adalah ibadah yang dapat membantu membersihkan hati dan jiwa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/07082019_tarwiyah.jpg)