LIPUTAN KHUSUS

Universitas Jambi Punya Sistem Antisipasi Adanya Praktik Perjokian

TRIBUN JAMBI
Ilustrasi joki skripsi 

TRIBUNJAMBI.COM - Praktik perjokian dalam dunia pendidikan di Kota Jambi terbongkar.

Adanya praktik perjokian itu diketahui sudah beredar dalam grup WhatsApp.

Ada admin grup WhatsApp yang "melempar" pesanan alias orderan dan bertanya siapa yang sanggup menggarap.

Joki anggota grup yang merasa bisa, kemudian mengajukan kesanggupan.

Menggunakan sistem rapi seperti itulah jaringan joki skripsi di Kota Jambi bekerja, Kamis (22/6/2023).

Pihak universitas sudah mitigasi terjadinya praktik perjokian. Satu diantaranya Universitas Jambi yang sudah mitigasi hal tersebut.

Humas Universitas Jambi, Mochammad Farisi memberikan tanggapan soal kabar oknum mahasiswa maupun dosen yang menjadi joki untuk berbagai kepentingan pendidikan.

Jasa joki itu digunakan, antara lain supaya lolos Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) masuk perguruan tinggi negeri (PTN), menyelesaikan tugas, skripsi, tesis.

Mochammad Farisi mengatakan, terkait UTBK tidak ada dan tidak ditemukan kasus perjokian di Unja.

"Karena setiap mahasiswa masuk ruang ujian dicek betul pakai metal detektor, soal ujian juga online real-time dari panitia pusat, setelah selesai ujian soal dihapus tidak tersimpan di server lokal (Unja)," katanya, Kamis (22/6/2023).

Terkait perjokian tugas akhir yang dikabarkan terjadi di kampus-kampus luar, Mochammad Farisi mengatakan Unja sudah mengantisipasi hal tersebut.

Caranya menggunakan aplikasi Elista yang digunakan untuk menyaring tugas akhir para mahasiswa.

"Mahasiswa harus benar-benar bimbingan dengan 20 tahapan yang harus disi dan divalidasi oleh pembimbing," lanjutnya.

Selain itu, mahasiswa melalui tahapan uji similiaritas atau uji turnitin terhadap tugas akhir yang dimilikinya.

Cara tersebut dilakukan untuk memperketat proses pembuatan tugas akhir yang diterapkan di kampus.
Pihak kampus membangun sistem tersebut supaya praktik ilegal tidak bisa diterapkan.

"Harapannya, pihak kampus sudah membangun sistemnya, mari semua civitas akademika sama-sama menjaga serta memberikan teladan yang baik untuk membangun nilai integritas di kampus tercinta," ujarnya.

Sistim Kerja Rapi

Seperti diulas Tribun Jambi, sistem kerja para joki skripsi di Kota Jambi terbilang terstruktur dan rapi. Order diatur oleh admin grup WhatsApp.

Penelusuran Tribun Jambi, seorang berinisial Mr R menuturkan pernah bergabung dalam grup joki skripsi tersebut.

Dia bercerita setahun lebih menjadi anggota joki skripsi di Jambi. Banyak keuntungan diperolehnya.

"Ketika ada orderan, biasanya admin grup tadi menyampaikan ke grup joki tadi siapa yang berminat dan mau mengambil orderan tadi, dan bisa langsung japri admin," jelasnya.

Dalam sistem perjokian, memang ada pengurus. Jadi, tugas-tugas dan orderan konsumen langsung dilempar ke grup joki tersebut.

Orderan tersebut ada tugas sekolah, kuliah maupun tugas lain yang lebih berat.

Mr R juga memaparkan sistem pembagian hasil orderan, antara joki dan admin grup yang melalui negosiasi terlebih dahulu.

"Jadi, setelah joki tadi chat admin, untuk biayanya, joki dan konsumen saling tawar melalui admin tadi. Setelah deal (sanggup; red) baru oke, " jelasnya

"Uang fee-nya dihitung dari situ tadi. Misal, untuk satu tugas joki meminta Rp100 dan ditambah admin ke konsumen Rp150 dan konsumen setuju, maka Rp50-nya untuk admin," ungkap Mr R.

Nominal orderan pun tergantung dari berat-ringannya tugas tersebut.

Besar-kecil keuntungannya pun tergantung dari lobi-lobian tadi juga.

Mr R mengatakan, meski bukan lembaga resmi, namun untuk struktur dan pembayarannya jelas.

"Ketika semua tugas sudah kelar kita kerjakan, maka admin langsung melaporkan dan uang langsung ditransfer langsung ke joki," katanya.

"Kalau waktunya seminggu selesai, ya harus seminggu selesai. Dan ketika selesai kita langsung mendapat hak kita. Jadi antara konsumen dan joki itu tidak pernah saling konteks ataupun bertemu langsung selain melalui admin," pungkasnya.

Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Membongkar Isi Grup WhatsApp Joki Skripsi di Kota Jambi, Begini Cara Admin Mengatur Pesanan

Baca juga: Kapolres Muarojambi Pastikan Tidak Ada Joki Vaksin

Baca juga: Viral Kuli Bangunan Ngaku Jadi Joki Vaksin, Sudah Disuntik 16 Kali, Polisi Turun Tangan