Selasa, 5 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Pesawat Jatuh di Papua

Pesawat SAM Air Dikabarkan Hilang Kontak di Papua, Ini Identitas Pilot dan Penumpang

Pesawat SAM Air caravan PK- SMW dikabarkan hilang kontak di wilayah Mabualem, Distrik Welarek, Kabupaten Yalimo, Papua Pegunungan dengan mengangkut 4

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Ist
Pesawat SAM Air caravan PK- SMW dikabarkan hilang kontak di wilayah Mabualem, Distrik Welarek, Kabupaten Yalimo, Papua Pegunungan dengan mengangkut empat Penumpang, Jumat (23/6/2023). 

TRIBUNJAMBI.COM - Pesawat SAM Air caravan PK- SMW dikabarkan hilang kontak di wilayah Mabualem, Distrik Welarek, Kabupaten Yalimo, Papua Pegunungan dengan mengangkut empat Penumpang, Jumat (23/6/2023).

Pesawat tersebut merupakan milik PT Semuwa Aviasi Mandiri atau SAM Air.

Saat mengudara, pesawat itu dikabarkan berpenumpang empat orang, termasuk pilot.

Pesawat itu hilang kontak setelah landas dari Bandara Elelim menuju Bandara Poik.

Kabar itu disampaikan Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Yalimo, Eddy Peyon melalui kepada Tribun-Papua.com.

Eddy Peyon menjelaskan, pesawat tersebut disewa oleh seorang guru SD Inpres Poik Distrik Welarek, bernama Petrus Kepno.

Selain berpenumpang 4 orang, pesawat itu juga membawa barang bagasi.

Adapun identitas keempat penumpang yakni Petrus Kepno, Guru SD Inpres Poik.

Baca juga: Gagas Pariwisata Udara di Jambi, Harga Pesawat Pribadi Ka Basarnas Setara Toyota Alphard

Baca juga: Benarkah Presiden Jokowi Condong ke Prabowo Subianto Daripada Ganjar Pranowo, Ini Kata Pengamat

Lalu, Roni Peyon, Penatua di Jemaat GKI Muralo, Efer Halerohon dan Tromina Peyon dari Kampung Holoi Distrik Welarek.

"Pesawat ini terbang dari bandara Elelim sekitar pukul 10 pagi tujuan Poik, namun sampai sekarang belum ada informasi," ujarnya.

Ia berharap kepada pihak perusahaan SAM AIR segera melacak dan menemukan titik jatuhnya pesawat.

"Kami memastikan bahwa pesawat ini jatuhnya di wilayah Mabualem Distrik Welarek," tandasnya.

Hingga berita ini tayang, Tribun-Papua.com masih berupaya mengkonfirmasi pihak terkait.

Update Pembebasan Pilot Susi Air

Upaya pembebasan pilot Susi Air, Kapten Philips Mark Mehrtens dari penyanderaan KKB Papua hingga kini masih terus dilakukan.

Sebagaimana dikahui bahwa Kapten Philip disandera kelompok Egianus Kogoya sudah sekitar empat bulan.

Namun hingga kini berbagai upaya masih terus dilakukan.

Belakangan, Egianus Kogoya memberikan ancaman untuk pembebsan pilot Susi Air tersebut.

Baca juga: Update KKB Papua Sandera Pilot Susi Air, Orang Ini Desak Egianus Kogoya Segera Lepas Kapten Philip

Bahkan dia memberi waktu hingga dua bulan lamanya untuk benegosiasi.

Jika tidak berhasil, Egianus Kogoya mengancam akan menembak Kapten Philiop Mark Mehrtens.

Terkait upaya pembebasan Kapten Philip, Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri memerintahkan jajarannya berhati-hati saat bertindak.

Fakhiri tidak mau dampak dari upaya yang dilakukan aparat berakibat fatal ke Kapten Philip.

"Kami tidak mau nanti dampak yang kita lakukan itu bisa berakibat fatal pada pilot tersebut," kata Fakhiri dalam keterangan tertulis, Sabtu (17/6/2023).

Lebih lanjut, Fakhiri menyebut pihaknya telah memetakan posisi pilot.

Untuk selanjutnya, kepolisian akan membuat rapat khusus bersama TNI dan tokoh setempat terkait upaya pembebasan Kapten Philip.

Fakhiri menyebut pihaknya selalu menyiapkan ruang untuk negosiasi bagi siapapun yang merasa mampu berkomunikasi dengan KKB Egianus Kogoya.

"Untuk mengambil langkah-langkah cepat dalam sisa waktu yang ada ini, baik langkah negosiasi dan penegakan hukum akan kita lakukan," ungkapnya.

"Saya tidak bisa memberikan waktu cukup lama, karena kami kan selalu ditanya sudah berapa lama, kapan. Tentunya, kecermatan dan ketelitian ini yang kita selalu dihitung dengan baik dan diperhatikan," jelasnya.

Kini, lanjut Fakhiri, tim memusatkan penelusuran di sekitar wilayah Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan. 

"Kita sudah mengambil langkah mulai dari tahap awal sampai dengan terakhir. Saya juga sudah bertemu dengan semua pihak maupun tokoh agama, tokoh masyarakat untuk dapat bernegosiasi dengan kelompok Egianus Kogoya," katanya.

Fakhiri menegaskan akan menindak bila ada oknum masyarakat dan oknum pemerintah yang terlibat aktif dalam membantu kelompok Egianus Kogoya.

"Saya tidak akan main-main lagi dan saya sudah warning tapi mereka selalu main-main dengan itu, jika ada yang memberikan uang kepada KKB dan memenuhi unsur yang saya katakan, periksa," tegas Fakhiri.

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Pj Bupati Tebo Sebut Perbaikan Jalan Padang Lamo Mulai Dikerjakan

Baca juga: Mesranya Ari Wibowo saat Makan Malam Bareng Inge Anugrah, Netizen Doakan Batal Bercerai

Baca juga: Komentar Netizen saat Aldi Taher Buat Lagu untuk Syahnaz dan Jeje Govinda, Sentil Nama Ahmad Dhani

Baca juga: Apa Objek yang Dideskripsikan Dalam Tulisan Rafa? Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 7 SMP/MTs

Sebagian artikel ini diolah dari Tribun-Papua.com

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved