Pilpres 2024

Kata Pakar Metafisika Soal Mimpi SBY Bertemu Jokowi, Megawati Soekarnoputri dan Presiden ke-8

Pakar metafisika Sunarto menganalisa mimpi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang bertemu dengan Presiden Jokowi, Megawati Soekarnoputro dan presiden ke8

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Ist/ Kolase Tribun Jambi
Pakar metafisika Sunarto menganalisa mimpi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang bertemu dengan Presiden Jokowi, Megawati Soekarnoputro dan presiden ke-8 RI. 

TRIBUNJAMBI.COM - Pakar metafisika Sunarto menganalisa mimpi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang bertemu dengan Presiden Jokowi, Megawati Soekarnoputro dan presiden ke-8 RI.

Dia mengungkapkan bahwa adanya harapan besar dari Presiden ke-6 RI SBY rujuk dengan Presiden ke-5 RI tersebut.

Megawati merupakan ketua umum PDI Perjuangan dan SBY menjabat sebagai Majelis Tinggi Partai Demokrat.

Sebagaimana diketahui bahwa SBY bermimpi jalan bareng Presiden Jokowi dan Megawati Soekarnoputri naik kereta Gajayana menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur.

“Ini semua satu alur, alur presiden. Zaman Megawati, pak SBY menjadi menyeri. Kemudian terjadi alih kekuasaan. Ada Pilpres, pak SBY yang jadi presiden menggantikan ibu Megawati,” ucapnya dalam diskusi virtual yang disiarkan kanal Youtube TribunJakarta.com, Selasa (20/6/2023).

“Nah, dari situ pasti ada konflik enggak enak. Ada perasaan enggak enak,” tambahnya menjelaskan.

Sejak Pilpres 2004 silam, hubungan SBY dengan Megawati memang cukup renggang.

Kedua sosok ini hampir tak pernah bertemu dan bertegur sapa satu sama lainnya.

Baca juga: Kata Puan Maharani Soal Kemungkinan SBY akan Bertemu Megawati Soekarnoputri: Tidak Ada Kata Tidak

Baca juga: Respon Surya Paloh Kala 2 Kader Nasdem Diterpa Isu Korupsi, Johnny G Plate dan Syahrul Yasin Limpo

Lewat mimpinya itu, SBY pun berharap, Presiden Jokowi bisa menjadi penengah antara dirinya dengan Megawati sehingga kedua sosok itu bisa mengadakan suatu rekonsiliasi.

“Mediumnya adalah pak Jokowi, karena pak Jokowi begitu dekat dengan Megawati. Sedangkan SBY dulunya dekat dengan Megawati, namun terjadi perpisahan kaitannya dengan pemilihan presiden. Sedangkan SBY dengan Jokowi tidak ada konflik psikologis ya,” tuturnya.

Hal ini pula yang disebut Sunarto jadi penghalang Demokrat selama hampir satu dekade terakhir menjadi partai oposisi atau berada di luar pemerintahan.

“Inilah yang menjadi kendala kenapa Demokrat tidak menjadi koalisi pak Jokowi sejak pertama presiden dan saat periode kedua pak Jokowi,” ujarnya.

Rekonsiliasi antara SBY dan Megawati ini pun disebut Sunarto sudah sangat dinantikan oleh masyarakat.

Harapan itu pun muncul saat putri Megawati, Puan Maharani bertemu dengan putra sulung SBY, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Dengan munculnya Puan yang ngomong mas AHY bisa layak jadi cawapres, ini masyarakat pun pasti ikut senang. Apalagi SBY, apalagi Demokrat, oh rujuk kembali nih,” tuturnya.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved