Kunci dan Jawaban
Contoh Pengorganisasian Belajar Dalam Kurikulum Merdeka Lengkap Penjelasannya
Kurikulum Merdeka fokus pada kemandirian, kolaborasi, dan pemahaman mendalam terhadap materi pembelajaran.
Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
TRIBUNJAMBI.COM - Pengorganisasian belajar Kurikulum Merdeka fokus pada kemandirian, kolaborasi, dan pemahaman mendalam terhadap materi pembelajaran.
Berikut ini contoh pengorganisasian belajar yang dapat digunakan dalam Kurikulum Merdeka.
1. Pembelajaran Kolaboratif
Siswa dapat dikelompokkan menjadi tim kecil untuk melakukan proyek kolaboratif yang relevan dengan materi pembelajaran.
Setiap tim bertanggung jawab untuk mencari, menganalisis, dan mempresentasikan informasi yang mereka pelajari.
Hal ini memungkinkan siswa untuk mengembangkan keterampilan kerjasama, pemecahan masalah, dan berpikir kritis.
2. Pembelajaran Berbasis Proyek
Siswa dapat belajar melalui proyek-proyek yang menantang dan autentik.
Siswa akan menyelesaikan tantangan untuk menyelesaikan masalah nyata atau menciptakan produk yang berguna.
Pembelajaran berbasis proyek mendorong siswa untuk menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang mereka pelajari dalam konteks yang relevan dan bermakna.
3. Penggunaan Sumber Belajar Terbuka
Guru dapat memanfaatkan sumber belajar terbuka, seperti materi pembelajaran daring, video, buku teks daring, dan sumber-sumber pembelajaran interaktif lainnya yang tersedia secara bebas di internet.
Siswa dapat belajar secara mandiri dengan menggunakan sumber-sumber ini, dengan dukungan dan bimbingan dari guru.
4. Diskusi
Guru dapat memfasilitasi diskusi dan debat antara siswa untuk mendorong pemahaman mendalam tentang topik pembelajaran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Aktivitas-belajar-mengajar-di-sekolah.jpg)