LIPUTAN KHUSUS
Kisah 50 Tahun Tak Dapat Aliran Listrik, Warga Geragai Tanjabtim Pakai Teplok, Diesel, Tenaga Surya
Sudah puluhan tahun dusun tersebut tidak mendapat aliran listrik. Warga sudah mengajukan ke pihak terkait, namun hingga 2023, belum terealisasi
Penulis: anas al hakim | Editor: Duanto AS
"Kalau untuk mesin diesel, paling kencang hingga jam 10 malam, karena mengingat stok minyak (BBM) terbatas. Kalau untuk tenga surya, sekarang ini sistemnya kredit. Jika mau beli secara langsung, anggarannya lumayan mahal, sekitar Rp3 jutaan," tuturnya.
Penggunaan tenaga surya pun kerap menemui kendala. Ketika cuaca mendung, maka aki tidak dapat terisi daya.
Terkait permasalahan aliran listrik di Dusun Geragai, Kabid Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Tanjab Timur, Willi, mengatakan sejak kewenangan ESDM tidak lagi di kabupaten, pihaknya kesulitan mengakomodasi persoalan listrik.
Namun, pihaknya tetap harus koordinasi dengan pemerintah provinsi.
"Sekitar dua minggu lalu persoalan listrik di Dusun Geragai ini kita ajukan proposal kembali ke provinsi. Dan kita langsung bersama Kepala Desa Lagan Ulu. Alhamdulillah diterima dengan baik bahkan dipertemukan langsung dengan pihak PLN Jambi," ujarnya, Sabtu (17/6).
Kata Willi, berdasarkan keterangan yang diperolehnya dari camat setempat, PLN menyatakan pada 2024 akan direalisasikan.
"Memang jarak dari saluran utama menuju Dusun Geragai ini lumayan jauh. Lebih kurang sekitar tujuh kilometer. Maka dibutuhkan sekitar 140 tiang dengan kabel lumayan panjang," tambahnya.
Dia pun berharap ke depannya permasalahan listrik di Dusun Geragai cepat direalisasikan.
"Dan, harapan kita, agar masyarakat juga harus mendukung jika nanti ada kendala-kendala di lapangan, misalnya ada tanah warga yang terpaksa terpakai untuk tiang, jangan sampai nanti jadi hambatan," harapanya.
Ganggu Pendidikan Anak
Warga berharap persoalan listrik di Dusun Geragai, Kabupaten Tanjab Timur, segera mendapat solusi dari pemerintah setempat.
Toni, Kepala Dusun Geragai, mengatakan di wilayah tersebut ada sekolah. Apabila tidak ada aliran listrik yang bagus, maka pendidikan akan terganggu.
"Di sini kan ada SD. Seandainya PLN masuk, otomatis perkembangan ilmu pengetahuan untuk tingkat SD sudah lumayan berkembang, karena kelas 5 dan 6 sudah belajar TIK, dan pengaruhnya untuk generasi yang akan datang supaya lebih mengenal lagi kemajuan teknologi," harapnya.
Selain itu, dengan adanya listrik, dia meyakini informasi yang masuk desa pun bakal bagus.
"Kasihan anak-anak yang belajar. Jadi pendidikan dan informasi untuk desa tidak tertinggal," ujarnya.
Warga 4 Daerah Tolak Pembangunan Stockpile Batu Bara PT SAS di Aur Duri Kota Jambi, Hanya Sejengkal |
![]() |
---|
Raffi Tak Jadi Operasi Plastik, Anak di Jambi Kena Stevens-Johnson Syndrome, Virus Tak Masuk Daging |
![]() |
---|
Ketua DPRD Kota Jambi Minta Wako Panggil Dokter Puskesmas dan Kadis, Anak Kena Sindrom Langka |
![]() |
---|
Ustaz Agus Nyaris Menangis Lihat Kondisi Anak di Jambi Kena Sindrom Langka Kulit Mengelupas |
![]() |
---|
Anak di Jambi Kena Sindrom Langka, Kulit Raffi Lepas Jika Tidur di Kasur, Terpaksa Alas Daun Pisang |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.