Surniawati Warga Sungai Penuh Bersyukur Pengobatan Stroke Suaminya Ditanggung Penuh JKN

Dukungan pemerintah daerah menjadi salah satu faktor terwujudnya cakupan kesehatan semesta atau Universal Health Coverage (UHC) di Kota Sungai Penuh

Editor: Rahimin
istimewa
Surniawati (kanan), seorang ibu rumah tangga di Desa Sumur Anyir Kota Sungai Penuh. 

TRIBUNJAMBI.COM - Seiring berjalannya waktu, kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pelayanan Program Jaminan Kesehatan Nasional (Program JKN) terus meningkat.

Dukungan pemerintah daerah menjadi salah satu faktor terwujudnya cakupan kesehatan semesta atau Universal Health Coverage (UHC) di Kota Sungai Penuh.

Hal ini telah banyak membantu masyarakat dalam mengakses pelayanan kesehatan yang berkualitas tanpa terkendala biaya.

Satu buktinya datang dari Surniawati (52), seorang ibu rumah tangga di Desa Sumur Anyir Kota Sungai Penuh.

Ditemui saat berkunjung ke Kantor Kota Sungai Penuh untuk mengurus perubahan data kepesertaan JKN, Surniati menceritakan pengalamannya menemani suaminya menjalani pengobatan stroke beberapa tahun silam.

Awalnya Surniati dan keluarga hanya memakai layanan kesehatan dari Program JKN untuk berobat rutin suaminya di FKTP, sampai pada akhirnya pada Oktober 2022 suaminya jatuh sakit dan harus segera dilarikan ke IGD.

Setelah dirawat inap di Rumah Sakit H Mayjen A. Thalib, sang suami dirujuk ke Bukittingi dan dirawat di Rumah Sakit Stroke Nasional (RSSN).

“Memang benar adanya suami saya ada riwayat hipertensi, memang keturunan. Jadi waktu kejadian itu tiba-tiba pusing dan sakit kepala katanya sudah tidak tertahankan. Jadi saya langsung bawa ke rumah sakit. Setelah dirawat tiga hari, dirujuk ke RSSN yang di Bukittinggi karena memang seluruh anggota tubuh suami saya jadi kaku dan tidak bisa digerakkan,” ujar Surniawati, Jumat (10/3/2023).

Surniawati mengungkapkan bahwa profesi suaminya hanya seorang tukang gigi yang penghasilannya tak menentu.

Dengan musibah tersebut, dia nyaris putus asa memikirkan bagaimana caranya membiayai pengobatan stroke suaminya.

Namun dengan jaminan kesehatan yang dia dan keluarganya miliki, setidaknya untuk kepastian penjaminan biaya pengobatan sang suami.

Mulai dari Sungai Penuh hingga di luar Provinsi, manfaat Program JKN bisa dirasakan oleh suami Surniawati.

“Jika diingat kembali pada waktu kejadian suami saya dilarikan ke rumah sakit dan dirawat berhari-hari, hati saya kembali teriris. Mendadak suami saya harus dilarikan ke fasilitas kesehatan dan tidak tahu bagaimana ke depannya. Berapa itu biaya perawatan yang harus kami bayar. Termasuk kira-kira sakit apa yang menggerogoti tubuh suami saya. Untungnya kami sekeluarga telah memiliki jaminan kesehatan dengan terdaftar sebagai peserta JKN,” kata Surniawati.

Surniawati menuturkan, dia sekeluarga telah memiliki jaminan kesehatan sebagai peserta JKN dari segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) tanggungan pemerintah.

Seluruh biaya kesehatan suaminya pun tak jadi kendala berkat iuran JKN yang dibayarkan pemerintah setiap bulan untuk Surniawati sekeluarga.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Komentar

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved