SKK Migas PetroChina Bantu Pembangunan Masjid Dusun Geragai
Masjid Al-Islam di RT 18 Dusun Geragai, Desa Lagan Ulu, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjabtimur yang didirikan PetroChina sangat bermanfaat.
Penulis: anas al hakim | Editor: Teguh Suprayitno
TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK – Hadirnya Masjid Al-Islam di RT 18 Dusun Geragai, Desa Lagan Ulu, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjab Timur yang didirikan pada tahun 2019 oleh pihak SKK Migas –PetroChina International Jabung Ltd, sangat besar manfaatnya bagi masyarakt setempat.
Yang mana, Masjid itu sendiri digunakan dalam aktivitas beribadah, serta kegitan-kegiatan islami lainnya juga bagi anak-anak untuk tempat mengaji. Tentunya meraka akan menjadi generasi penerus sebagai tokoh umat Islam dimanapun mereka tinggal.
Artinya, kehadiran Masjid Al-Islam ini, menunjukkan betapa pentingnya fungsi masjid bagi kaum muslimin yang ada di Dusun Geragai tersebut, tidak hanya sebagai sarana ibadah, tetapi juga tempat kegiatan kemasyarakatan.
Dan tidak memfungsikan masjid hanya sebagai sarana ibadah ritual seperti shalat dan membaca Alquran, tetapi juga bisa memakmurkannya dengan hal yang positif lainnya, seperti pembagian zakat, kurban, serta diskusi masalah umat, dan lain-lainnya.
M. Yusuf selaku Ketua RT 18 Dusun Geragai dan juga sekaligus masyarakat setempat.
Ia mengatakan alhamdulillah masyarakat geragai, mendapat bantuan dari PetroChina 50 persen dalam membantu pembangunan Masjid Al-Islam.
"Alhamdulillah sekarang ini, masjid kami sudah bisa digunakan untuk ibadah seperti sholat, mengaji dan kagiatan yasinan serta kegiatan keagaaman yang lainnya,"ujarnya, Kamis (15/06/23).
Menurut Yusuf, itu semua berkat bantuan dari PetroChina serta parsitipasi dari masyarakat umum.
"Jadi untuk sekarang masjid kami, sudah dikatakan hampir 80 persen selesai, jadi untuk beraktivitas atau beribadah di masjid sudah aman," jelasnya.
Ia pun berharap, mudah-mudahan kedepannya, karena masjid Al-Islam masih belum selesai sekitar 20 persen lagi, semoga mendapatkan bantuan kembali dari pihak PetroChina
Sementara itu, Fitri, satu diantara warga yang jarak rumahnya hanya 10 meter dari Masid Al-Islam, ia mengatakan alhamdulillah sekarang masjidnya sudah bagus, karena sebelumnya hanya terbuat dari kayu, dan letaknya di ujung.
Tapi kini, sudah pindah ditengah kampung, terus juga permanen, otomatis sholatnya lebih khusu, lebih enak.
"Alhamdulillah menang sekarang ini selain dilakukan pengajian oleh anak-anak, juga akan diadakan kegiatan ibu-ibu yasinan setiap hari jumat, serta ada pengajian untuk bapak-bapak setiap bulan sekali. Intinya sangat berguna sekali, biasanya adzan tidak terdengar, sekarang alhamdulillah kuat karena menggunakan tenaga surya," ucapnya.
Ia berharap, agar kedepannya pihak PetroChina memberikan bantuan untuk dibangunkan teras depan Masjid.
"Kalau bisa ada terasnya depan, soalnya kalau ada acara besar seperti isra miraj, biasanya para ibu-ibu rame, jadi tidak perlu buat tenda-tenda lagi," harapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Masjid-Al-Islam.jpg)