Polisi Terus Selidiki Tewasnya Dua Balita Dalam Sumur di Kota Jambi
Pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan tewasnya dua balita yang terjatuh ke dalam sumur di RT 19, Kelurahan Pematang Sulur, Kota Jambi.
Penulis: Aryo Tondang | Editor: Teguh Suprayitno
TRIBUNJAMBI.COM,JAMBI- Pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan tewasnya dua balita yang terjatuh ke dalam sumur di RT 19, Kelurahan Pematang Sulur, Telanaipura, Kota Jambi Rabu (3/5/2023) lalu.
Kapolresta Jambi, Kombes Pol Eko Wahyudi mengatakan, sampai saat ini, belum ditemukan adanya unsur pidana pada insiden tersebut.
"Dari hasil penyelidikan sementara, belum ditemukan unsur-unsur pidana, murni kelalaian," kata Eko, saat dikonfirmasi Minggu (11/06/2023).
"Tapi, kita masih tetap melakukan penyelidikan," tegas Eko.
Sebelumnya, Ketua RT 19, Kelurahan Pematang Sulur, Telanaipura, Kota Jambi, Erwis, ungkap kronologis tewasnya dua balita di dalam sumur rumah warganya, pada Rabu (03/05/2023) pukul 12:00 WIB.
Ia menjelaskan, kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh kakek korban, di mana, saat kejadian kondisi rumah korban tampak sepi.
Kakek korban kemudian masuk ke dalam rumah, dan terkejut mendapati tiga orang sudah berada di dalam sumur, yakni balita usia 6 bulan yang digendong oleh ibunya, dan satu korban lainnya yang berusia 3 tahun.
"Mbahnya lihat korban sudah ada di dalam sumur, yaitu anak yang masih bayi dengan kondisi digendong ibunya," kata Erwis, Rabu (03/05/2023).
Mendapati hal tersebut, kakek korban kemudian memanggil warga, untuk membantu mengevakuasi ibu dan korban berusia 6 bulan.
"Untuk anak yang 6 bulan sempat dibawa ke rumah sakit, tetapi gak tertolong. Kalau kondisi ibunya masih syok," katanya.
Sementara itu, untuk korban yang berusia 3 tahun, baru berhasil devakuasi dari dalam sumur sekira tiga jam lebih, oleh petugas Pemadam Kebakaran Kota Jambi.
Erwis juga tidak mengetahui pasti, awal kejadia hingga tiga korban ditemukan berada di dalam sumur.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Jambi Mustari mengatakan, pihaknya menerima informasi tersebut, pada siang hari.
"Kita hanya mengevakuasi satu korban ya, yang usianya 3 tahun, karena ibu dan anaknya yang usia 6 bulan lebih dahulu dievakuasi warga," kata Mustari.
Mustari menjelaskan, pihaknya terpaksa menurunka satu orang tim penyelam, lengkap dengan scuba atau tabung oksigen, untuk turun ke dasar sumur dengan kedalaman 17 meter.
Akhirnya Ahmad Sahroni Muncul Usai Rumahnya Hancur hingga Dijarah, Akui Takut Pulang ke Tanah Air |
![]() |
---|
Apakah Bus Listrik di Kota Jambi Bisa Diberhentikan di Luar Terminal? |
![]() |
---|
BPJS Ketenagakerjaan Sampaikan Duka Mendalam, Ojol Affan Kurniawan Meninggal Saat Mencari Nafkah |
![]() |
---|
Nasib Satpam DPRD Imron Sempat Menangis Motornya Terbakar, Kini Diganti Willie Salim: Alhamdulillah |
![]() |
---|
Partai Perindo: Seruan Kebangsaan untuk Menyikapi Kekecewaan dan Amarah Publik |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.