Penghasilan 'Pak Ogah' di Jambi Menggiurkan

Tribun jambi/M Yon Rinaldi
Pak Ogah sedang mengurai kemacetan di jalanan Kota Jambi. 

 

TRIBUNJAMBI.COM,JAMBI - Seiring berkembangnya Kota Jambi berbanding lurus dengan meningkatnya jumlah kendaraan di kota Jambi

Di mana saat ini banyak terjadi titik kemacetan. Khususnya di persimpangan seperti Simpang Purnama Simpang Naga Bakti dan beberapa berapa titik lain di Kota Jambi 

Kondisi ini banyak melahirkan peluang pekerjaan bagi masyarakat Jambi, dimana banyak masyarakat yang berprofesi menjadi Pak Ogah atau pengatur lalu lintas di beberapa ruas jalan di Kota Jambi.

Berdasarkan pantauan Tribunjambi.com setidaknya ada tujuh titik lokasi yang terdapat Pak Ogah atau pengatur lalu lintas di Kota Jambi.

Baca juga: Antisipasi Macet, Dishub Jambi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas untuk Jambi Bagian Barat

Lokasi tersebut berada di simpang Purnama, Naga Bakti, Eka Jaya, Talang Bakung, STM Atas dan dua lokasi lagi berada di Jalan Pattimura.

Penghasilan pak ogah bisa di katakan cukup menjanjikan, dimana mereka bisa mendapatkan uang Rp 100 ribu hingga Rp 300 ribu perhari. Tergantung lokasi dan situasi saat ini.

Saman--bukan nama sebenarnya--satu di antara Pak Ogah yang biasa mengatur lalu lintas Simpang Purnama mengatakan penghasilan dia paling kecil Rp 100 ribu perhari.

"Kalau penghasilan tidak menentu, kadang banyak, kadang juga sedikit," ujarnya Jumat (4/6/2023).

Lebih lanjut, Saman mengatakan dalam mengatur lalu lintas dia tidak sepanjang hari. Sekitar 2.5 jam setiap harinya.

"Saya itu mulai mengatur lalu lintas di jam padat saja, mulai dari pukul 15.30 wib hingga 18.00 wib," ujarnya.

Baca juga: Bazar Mewarnai Momen Waisak di Vihara Sakyakirti Kota Jambi

"Kalau cuaca bagus alias tidak panas saya biasa mulai dari pukul 13.00 wib," timpalnya.

Tidak hanya Saman, Rudi--bukan nama sebenarnya--Pak Ogah di Jalan Sumantri Brojonegoro Kota Jambi yang lebih tepatnya di depan lorong Naga Bakti juga merasakan manisnya menjadi Pak Ogah.

Dia mengatakan penghasilannya lumayan untuk kehidupan sehari-hari.

"Dua setengah tahun jadi pak ogah penghasilannya lumayan dan bisa menghidupkan keluarga," katanya.