Jumat, 24 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Harga Rokok Terus Meroket, Rokok Gelap Semakin Laris Manis

Peredaran rokok ilegal di Provinsi Jambi kian marak, para pembeli sudah memiliki distributor sendiri.

Penulis: Abdullah Usman | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Deni Satria Budi
Harga rokok terus naik. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Peredaran rokok ilegal di Provinsi Jambi kian marak, para pembeli sudah memiliki distributor sendiri.

Seiring semakin tingginya harga jual rokok di pasaran, secara tidak langsung menjadi peluang empuk bagi para pemain rokok ilegal.

Seolah gayung bersambut, disaat harga rokok filter yang terus melambung tinggi. Keberadaan roko-roko ilegal (rokok tanpa cukai resmi) semakin digandrungi di pasaran.

Berdasarkan penelusuran tribunjambi.com, di lapangan keberadaan rokok ilegal terbilang gampang gampang susah didapat.

Hanya toko toko tertentu saja yang bisa dijumpai rokok rokok ilegal tersebut, terutama untuk di wilayah Kota Jambi. Kebanyakan pedagang menjual rokok tidak secara transparan (dipajang).

"Kalo ada yang nanya atau cari baru kita kasih, kalau di pajang jarang ada beberapa tetapi tidak semua," ujar seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya.

Baca juga: Gudang Penyimpanan BBM dan Rokok Ilegal di Kerinci Digerebek Polisi

Lanjutnya, untuk bisa mendapatkan rokok rokok tanpa cukai resmi tersebut cukup sulit. Tidak setiap saat ada, dan tidak jarang kehabisan stok atau kosong. 

"Kadang kalo stok lagi kosong, kita minta juga tidak selalu ada (harus menunggu). Ketika stok masuk cepat sekali habisnya," tuturnya.

Untuk saat ini, varian rokok ilegal ini juga terbilang cukup banyak. Bahkan ada yang menyerupai rokok-rokok legal lainnya dari kemasan ataupun segi tampilan.

"Selain itu untuk harga jual berbeda beda, semakin tinggi kelasnya semakin mahal. Ada yang satu slop (per pak) ada yang Rp. 100 - 160 ribu," jelasnya.

Sementara itu "K" satu dari konsumen rokok ilegal, yang sudah menggunakan rokok ilegal cukup lama menuturkan, jarang konsumen membeli jumlah satuan kebanyakan langsung boer slop. 

Menurutnya, perbandingan ekonomi penggunaan rokok ilegal dengan rokok resmi sangat jauh sekali. Hal itu juga menjadi faktor utama rokok ilegal menjadi primadona saat ini ditengah harga rokok melambung.

"Kalo soal rasa tidak jauh beda, hampir tidak ada perbedaan terutama untuk rokok putihan. Yang jelas bisa memangkas pengeluaran, perbandingannya jika rokok resmi dapat 1 yang ilegal bisa dapet 2-3 dengan harga yang sama," tuturnya.

Selama ini, lanjutnya dirinya mendapatkan rokok ilegal tersebut dari kawasan wilayah yang dekat aktifitas dengan perairan, dan aktivitas angkutan laut yang melayani rute luar Provinsi Jambi.

Baca juga: Bea Cukai Amankan Ratusan Batang Rokok Ilegal Sekaligus Imbau Pemilik Toko

"Kebanyakan kita memesan dulu, kalo  ada mereka mengabari dan kita ambil. Kalau tidak memesan dulu akan sulit, " tandasnya. 

Sementara itu Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, mencatat komoditi rokok menjadi salah satu faktor pendorong terjadinya inflasi di Jambi. Terlepas dari harga jual rokok yang terus melambung tinggi. 

Dikatakan Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Jambi Susiawati Kristiarini, Jumat (12/5/2023) menuturkan, bobot komoditas rokok dalam pembentukan inflasi hasil Survei Biaya Hidup 2018 (persen). 

Dimana untuk di Kota Jambi Sendiri, rokok kretek filter :1,96 persen, Rokok kretek : 0,91, Rokok putih : 0,77 persen. Sedangkan di Muara Bungo, Rokok kretek filter : 2,83, Rokok kretek : 1,58, Rokok Putih : 1,39 persen. 

"Iya, rokok merupakan salah satu komoditas yang masuk dalam penghitungan inflasi. Namun di BPS hanya mencatat untuk rokok yang legal saja, " jelasnya. 

Lanjutnya, sampai saat ini, BPS tidak ada melakukan survei mendalam tentang rokok ilegal tadi. Dan sampai saat ini BPS juga tidak memiliki data terkait data tersebut.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved