Jumat, 8 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Taiwan Ungkap 2 Mi Instan Indonesia dan Malaysia Mengandung Zat Pemicu Kanker

Taiwan ungkapkan dua produk mi instan dari Indonesia dan Malaysia memiliki zat berbahaya yang bisa memicu kanker.

Tayang:
Editor: Suci Rahayu PK
wikihow
Ilustrasi mi instan 

TRIBUNJAMBI.COM - Taiwan ungkapkan dua produk mi instan dari Indonesia dan Malaysia memiliki zat berbahaya yang bisa memicu kanker.

Pernyataan ini dikeluarkan Departemen Kesehatan Taipei pada Senin (24/4/2023).

Pernemuan itu terungkap setelah mereka mengeluarkan rilis mengenai inspeksi mi instan yang tersedia di Taipei 2023.

Dikutip dari The Star, pada pernyataannya Departemen Kesehatan Taipei menemukan bahwa sejumlah Mie Kari Putih Ah Lai dari Malaysia dan Indomie: Rasa Ayam Spesial dari Indonesia, mengandung etilen oksida.

Itu adalah senyawa kimia yang terkait dengan limpfoma dan juga leukimia.

Departemen tersebut mengatakan berdasarkan hasil pengujian mengungkapkan bahwa etilen oksida terdeteksi pada mi dan paket rasa produk Malaysia.

Tetapi pada produk Indonesia senyawa itu hanya ditemukan pada paket rasa.

Baca juga: Partai Gerindra akan Usung Prabowo Subianto Jadi Calon Presiden, Tantang Sandiaga Uno di Pilpres?

Baca juga: Gempa di Mentawai Sempat Sebabkan Tsunami Kecil, Begini Kondisi Terkini

Pengecer yang tak disebutkan, dan merupakan dari mana sampel diterima serta dikumpulkan, diminta untuk menarik dua produk tersebut dari rak mereka.

Sedangkan para importir produk akan didenda antara 60.000 new dolar Taiwan atau setara Rp29 juta hingga 200 juta new dolar Taiwan (Rp97 miliar).

Berdasarkan informasi dari situs web Biro Zat Beracun dan Kimia di bawah Administrasi Perlindungan Lingkungan Tingkat Kabinet, etilen oksida beracun jika dikonsumsi atau dihirup.

Selain menyebabkan limfoma dan leukimia, etilen oksida juga dapat menyebabkan iritasi serius pada kulit dan mata siapa saja yang bersentuhan dengan zat tersebut.

Bahkan zat itu mampu memicu cacat lahir dan juga keturunan.

Kepala Divisi Makanan dan Obat-obatan Departemen Kesehatan Taipei, mengatakan inspeksi mi instan kota dilakukan memiliki secara acak 30 produk.

Produk itu mereka ambil dari dari pasar swalayan, toko serba ada, hypermarket, pasar basah tradisional, toko makanan Asia Tenggara dan importir grosir di kota.

 

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Partai Gerindra akan Usung Prabowo Subianto Jadi Calon Presiden, Tantang Sandiaga Uno di Pilpres?

Baca juga: AC Milan Tertarik Untuk Mengontrak Raphinha dari Barcelona Untuk Gantikan Brahim Diaz

Baca juga: Suasana Haru Napi Lapas sabak saat Bertemu Keluarga di Hari Lebaran

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved