Sabtu, 18 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Jambi

Tak Bisa Bertemu Dewan, Aliansi Mahasiswa Jambi Rencanakan Aksi Lebih Besar

Aksi Demo mahasiswa di DPRD Provinsi Jambi terkait Perppu Ciptakker berujung Bentrok, Senin (10/4/2023) lalu.

Penulis: Danang Noprianto | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribunjambi.com/Danang Noprianto
Aksi Demo mahasiswa di DPRD Provinsi Jambi terkait Perppu Ciptakker berujung Bentrok, Senin (10/4/2023) lalu. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Aksi Demo mahasiswa di DPRD Provinsi Jambi terkait Perppu Ciptakker berujung Bentrok, Senin (10/4/2023) lalu.

Wapres UIN STS Jambi sekaligus Koordinator Umum Aksi aliansi Mahasiswa Jambi Muh Putra menyayangkan hal tersebut.

Dikarenakan beberapa tuntutan tidak dipenuhi, justru yang ada saling pukul antar kepolisian dan para mahasiswa.

Padahal menurutnya dari beberapa aksi yang ia pimpin, sejak aksi pertama 6 April 2023, Aliamsi Mahasiswa Jambi menuntut agar DPRD Provinsi Jambi menemui mahasiswa untuk sama-sama menolak UU Ciptakerja.

"Pada aksi pertama tak ada satu pun anggota DPRD yang ada di kantor, kantor DPRD Kosong," ucapnya, Selasa (11/4/2023).

Karena hal tersebut Aliansi Mahasiswa Jambi kembali melakukan aksi Jilid 2 Pada 10 April 2023.

Namun kembali kecewa, karena kantor DPRD kosong dan tak ada satupun pegawai yang masuk.

"Karena lama menunggu sehingga terjadi kericuhan antara pihak aparat dan mahasiswa, Sangat disayangkan dari hal tersebut banyak dari para mahasiswa yang terluka akibat kerasnya aparat," jelasnya.

Kata Muh Putra Aliansi Mahasiswa Jambi hanya ingin bertemu wakil rakyat, agar bisa bersama-sama menyelesaikan persoalan ini, agar tercipta kemajuan dan kebaikan ditengah masyarakat.

Tak dapat bertemu anggota DPRD, justru kejadian yang tak diinginkan terjadi.

Mujiburahman selaku presiden mahasiswa UIN STS Jambi mengatakan jika mahasiswa malah dibenturkan dengan aparat kepolisian.

Tidak hanya di mhalangi, tindakan kekerasan fisik juga didapatkan oleh Mahasiswa.

Akibat bentrokan tersebut ia mengayakan bahwa banyak mahasiwa menjadi korban, yang terparah, korban bernama Anshari, Bupati jurusan Ilmu Pemerintahan UIN STS Jambi, uang mendapat tindakan kekerasan dan pengeroyokan.

Kemudian ada juga Iqbal Dinata, domisioner Presma UIN STS Jambi, yang di rawat di rumah sakit karena mendapat tindakan kekerasan dari oknom kepolisian.

"Kami tidak tinggal diam, kami akan kembali turun aksi untuk menduduki gedung DPRD dengan jumlah masa yg jauh lebih banyak" pungkasnya.

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: DPD Organda Siapkan Mudik Gratis Bagi Masyarakat Jambi: Kita Buka Opsi Tambah Bus

Baca juga: Miliki 128 Personil, Dinas Damkar Batanghari Optimalkan Tenaga yang Ada

Baca juga: Jadwal Libur Idul Fitri SD-SMP di Bungo Mulai Pekan Depan

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved