Pengasuh Pondok Pesantren di Batang Cabuli 8 Santriwati, Modusnya Buang Sial dan Nikah Siri

Oknum pengasuh pondok pesantren di Wonosegoro, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, Jawa Tengah diduga telah melakukan pelecehan terhadap santriwatinya

Editor: Suci Rahayu PK
TRIBUNWOW
Ilustrasi korban pencabulan 

TRIBUNJAMBI.COM - Oknum pengasuh pondok pesantren di Wonosegoro, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, Jawa Tengah diduga telah melakukan pelecehan terhadap santriwatinya.

Kasus ini terungkap setelah lima santriwati melaporkan percabulan di ponpes itu ke polisi, Minggu (2/4/2023).

Pada Senin (3/4/2023), jumlah pelapor bertambah delapan orang.

Seorang korban, berinisial S (16), mengaku, tiga kali diperlakukan tak senonoh oleh pengasuhnya.

Modus yang digunakan, santriwati yang dianggap cantik dipanggil ke sebuah ruangan.

Dalam ruangan tersebut, santriwati dibilang masa depan tidak bagus dan untuk mencegah sial, harus dinikahi.

Proses pernikahan siri hanya dilakukan antara pengasuh dan santriwati itu, tanpa saksi.

Mendapat laporan tersebut, polisi langsung bergerak dan mengamankan terduga pelaku pada Rabu (5/4/2023).

Baca juga: Sinopsis Takdir Cinta Yang Kupilih 6 April 2023, Tammy Sebut Hakim Cemburu dengan Novia

Baca juga: Reaksi dr Richard Lee Saat Tahu Razman Nasution Jadi Tersangka

Kapolres Batang AKBP Saufi Salamun melalui Kasi Humas Polres Batang AKP Busono membenarkan kejadian tersebut.

"Terkait kasus tersebut (dugaan pencabulan) benar terjadi."

"Saat ini masih dalam penyelidikan kami untuk selanjutnya kalau sudah ada terang benderang akan kami sampaikan."

"Tunggu ya, akan ada rilis," kata Busono, Rabu, seperti dilansir dari TribunBanyumas.com .

Kasus ini sedang naik ke tahap penyelidikan oleh kepolisian.

Pilih Santri yang Cantik

Menurut S, pengasuh pondok tersebut mengincar santriwati yang dianggap cantik.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved