Pembunuhan Berantai
Berikut Asal Para Korban Mbah Slamet, Dukun Pengganda Uang di Banjarnegara: Ada Sepasang Kekasih
Korban pembunuhan berantai yang dilakukan Mbah Slamet, dukun pengganda uang di Banjarnegara, Jawa Tengah ada dari Palembang, Jogja hingga Jakarta
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
"Tiap dua jenazah dikubur di lima liang berbeda, sisanya ada di tiap satu liang," ungkap Kapolda Jawa Tengah.
Selain dua korban yang teridentifikasi, polisi saat ini hanya mendeteksi sembilan jasad lain berdasarkan jenis kelamin.
Baca juga: Mbah Slamet Eksekusi 12 Korbannya di Kebun saat Ritual Malam untuk Penggandaan Uang
Yakni enam laki-laki umur antara 40 hingga 50 tahun dan tiga perempuan usia 25 sampai 35 tahun.
Ajak Korban Ritual Lalu Diberi Minuman Beracun
Setelah bertemu dengan kliennya, Mbah Slamet lantas mengajak korban untuk melakukan ritual.
Menurut keterangan Mbah Slamet, ritual itu dilakukan selama satu jam.
Korban diajak ke lokasi ritual dengan menggunakan kendaraan miliknya.
Hal ini bertujuan untuk menghilangkan jejak kejahatan yang dilakukan Mbah Slamet.
"Ritualnya cuma ngobrol-ngobrol saja," ungkapnya, melansir TribunJateng.com.
"Jadi (korban) ke tempat saya naik bus. Kalau bawa kendaraan tidak berani, nanti bisa ketahuan," jelasnya.
Untuk menghabisi nyawa korban, Mbah Slamet memberi minuman yang telah dicampur dengan obat penenang dan potasium.
"Korban hanya muntah sedikit, lalu tidak terasa apa-apa," terangnya.
Setelah korban dipastikan tewas, Mbah Slamet menggali lubang untuk mengubur jasad korban.
Partner Dapat Upah Rp 5 Juta Hingga Rp 10 Juta
Partner in crime Mbah Slamet, dukun pengganda uang yang jadi pelaku pembunuhan berencana di Banjarnegara, Jawa Tengah dapat upah Rp 5 juta hingga Rp 10 juta.
Baca juga: Tak Hanya Palembang, Warga Lampung Turut Dibunuh Dukun Pengganda Uang Mbah Slamet, Ini Identitasnya
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.